Berdasarkan pengalamannya, tutur Kuryana, banyak masyarakat yang protes karena kualitas beras rastra yang dulunya disebut raskin, tidak layak untuk dikonsumsi.
"Terus terang saya pernah didatangi warga ke rumah, yang menenteng kresek (kantong asoy) beras, dalam hati saya sempat berpikir ini pasti warga yang punya sawah dan ingin mencicipi saya beras anyar (baru). Tapi ternyata itu masyarakat yang bawa beras raskin, yang ngadu kualitas rastranya tidak layak," cerita Kuryana dalam sambutannya saat launching Bansos rastra 2018 di halaman kantor Bulog Subdivre OKU, kemarin (23/1) seperti dimuat
RMOLSumsel.Com.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi rastra seperti itu beredar di masyarakat.
"Ini benar saya menyaksikan sendiri dulu kualitas rastra yang menurut saya itu sudah tidak layak lagi, hati-hati jangan sampai mendistribusikan beras yang tidak layak, dan semoga ini tidak terulang lagi," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bulog OKU Junaidi Hanafiah memastikan untuk bansos rastra 2018 yang didistribusikan tergolong kualitas baik.
"Ya untuk rastra ini berasnya merupakan kualitas medium," ujarnya singkat.
[wid]
BERITA TERKAIT: