Penengasan tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/1). Abi menyebut bahwa keduanya merupakan teman sekelas di sekolahanya.
"Pada hari sabtu sore mereka berdua memesan taksionline dari kawasan Lemah gempal menuju sambiroto, karena gak bisa bayar pelaku nekat membunuh," terang Abioso kepada RMOL Jateng.
Setibanya di daerah perumahan Korpri di Sambiroto di Jalan Cendana Selatan Raya, IB membayar ongkos Rp 22 ribu dan ternyata kurang. DR kemudian mengarahkan sopir untuk melaju ke jalan lain dengan alasan mengambil uang di saudaranya.
"Ketika sampai di pertigaan Jalan Cendana Selatan Sambiroto, IB yang duduk di kursi belakang pengemudi langsung mengeluarkan belati dan menggorok leher korban," imbuh Abi.
Usai membunuh dan membuang mayat IB mengambil alih pengemudi dan mengarahkan mobil korban di Jalan HOS Cokroamimoto untuk disembunyikan.
"Rencananya mobil grand livina akan dijual setelah situasi aman," pungkas Abi
Kedua pelaku hingga kini masih didalami oleh penyidik lantaran dalam penyidikan mereka berdua masih berbelit belit dan saling lempar.
(Imam/RMOL Jateng/san)
BERITA TERKAIT: