Stop Politisasi PKL Jatibaru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 20 Januari 2018, 16:48 WIB
Stop Politisasi PKL Jatibaru
rmol news logo Para pedagang kaki lima  (PKL) di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku senang mendapat kesempatan berjualan di kawasan tersebut. Selain tidak membayar sewa, pedagang juga terbebas dari pungutan-pungutan liar oknum petugas maupun preman.

Hal tersebut terungkap, saat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi yang ditempati 400 PKL tersebut, Sabtu (20/1).

"Bagaimana pak berjualan di sini? Apakah ada pungutan liar?" tanya Taufik.

"Tidak pak, semuanya gratis tanpa ada pungutan. Kami ingin terus berdagang di sini," jawab pedagang, di Jalan Jatibaru.

Dalam kesempatan itu, Taufik yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini, juga membawa serta anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, diantaranya Ketua Komisi D DPRD Iman Satria, dan Sekretaris Komisi A DPRD DKI Syarif.

"Kami ingin mendengar langsung masukan dari pedagang dan juga masyarakat, sebagai bahan untuk membuat kebijakan yang lebih baik lagi ke depannya," kata Taufik.

Lebih lanjut Taufik mengingatkan kepada sejumlah pihak yang selama ini mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno, dalam menempatkan pedagang di Jalan Jatibaru untuk berhenti. Karena penempatan PKL di Jalan Jatibaru ini demi kepentingan rakyat, dan juga masyarakat luas.

"Kami mendengar sendiri masyarakat dan pedagang merasa senang dan bahagia dengan kebijakan ini. Lihat saja mereka tersenyum. Sudah lama pedagang di Tanah Abang tidak tersenyum selebar ini. Mereka berjualan dengan tenang tanpa dikejar-kejar Satpol PP," tandas dia.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA