"Kami mempelajari, mendalami masing-masing sila. Tahun 2016 sila pertama, tahun 2017 sila kedua, dan tahun sekarang sila ketiga, 'persatuan Indonesia'," ujar Uskup KAJ, Mgr. Ignatius Suharyo, Sabtu (6/1).
Uskup Suharyo menuturkan sila-sila Pancasila merupakan bagian dari ideologi bangsa, oleh sebab itu setiap pandangan diterjemahkan menjadi gagasan-gagasan yang kongkrit, yang kemudian membangun orientasi yang konsisten.
"Yang tidak akan jadi apa-apa kalau tidak diterjemahkan menjadi gagasan-gagasan yang kongkrit. Nah, dari ideologi diterjemahkan menjadi gagasan-gagasan, diterjemahkan menjadi gerakan dan diharapkan gerakan yang dibangun akan membangun habitus artinya orientasi yang konsisten," paparnya.
Kemudian, dirinya memaparkan untuk tahun ketiga terkait persatuan bangsa diberikan penanda yakni lambang Bunda Maria, bunda segala suku yang mana dalam penanda itu pada dada Bunda Maria ada lambang Garuda Pancasila, kemudian selubung yang dikenakan berwarna merah putih dan di atas mahkota ada gambar nusantara.
"Di dunia tidak ada. Dengan cara itu kami berharap umat Khatolik sungguh-sungguh berusaha untuk menjadi warga negara yang baik berdasarkan inspirasi dari umat Khatolik itu," sebut Uskup Suharyo.
[rus]
BERITA TERKAIT: