Willem mengatakan tujuannya meninjau pos pantau Gunung Agung untuk mengecek situasi di lapangan apakah early warning system bekerja sesuai SOP, dan jika terjadi letusan perencanaan evakuasi seperti apa dan dimana lokasi evakuasi.
"Kemudian memperkuat komunikasi antar instansi sehingga masyarakat dapat informasi dengan cepat," kata Willem dalam keterangan yang dikirim Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho.
Dia mendapat penjelasan mengenai aktivitas terakhir Gunung Agung. Berdasarkan laporan PPGA, tercatat pada Selasa kemarin (19/9) terjadi 427 gempa, dan hari ini terjadi 94 gempa (pukul 00.00-06.00 WITA).
Jelas Willem, walaupun kegempaan tidak setajam dua hari lalu, namun sempat terjadi sebanyak 480 detik tremor. Dengan gempa dangkal 2 km dan kedalaman magma 5 km. "Masyarakat harus tetap waspada," ujarnya.
Sejarah letusan Gunung Agung pada tahun 1963 terdapat 5 fase yaitu. Fase gejala (gempa terasa) tempat dibawah Gunung Agung; Fase pembuka, letusan pembuka kemudian membentuk lava lake (danau lava); Erupsi pertama 14 km ke utara; Erupsi kedua 10 km ke arah selatan; dan letusan susulan yang cenderung lama.
"Hingga saat ini pemerintah dan pemda terus melakukan upaya mengantisipasi kemungkinan Gunung Agung meletus," tukas Willem.
[rus]
BERITA TERKAIT: