"Insya Allah kami akan menduÂkung Khofifah pada Pilgub Jatim tahun depan," ungkap Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim biÂdang Bappilu, Muzammil Syafii, kemarin.
Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini, Khofifah meruÂpakan salah satu pendiri Ormas Nasdem, sehingga ada kedekatan kuat. Pada 2013 lalu, Nasdem mendukung Khofifah di Pilgub Jatim.
"Dia adalah orang NU (Nahdlatul Ulama) cerdas dan yakin mampu membawa perubahan di Jatim. Dia bukan aktivis parpol, sehingga ketika menang akan menjadi pemimpin orang Jatim, bukan pemimpin salah satu parÂtai politik saja," paparnya.
Muzammil menambahkan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan Khofifah dalam Pilgub Jatim. Sehingga nantinya Khofifah diharapkan mampu mengamankan suara Jokowi di Pilpres 2019.
Nasdem sendiri mempunyai 4 kursi di DPRD Jatim. Nasdem harus berkoalisi dengan parpol lain untuk bisa mengusung Khofifah dalam Pilgub Jatim. Nasdem tidak bisa mengusung Khofifah karena tidak memenuhi syarat kursi.
Parpol atau koalisi parpol bisa mengusung pasangan calon pada pilgub Jatim minimal mempuÂnyai 20 kursi di DPRD Jatim. Sementara itu, Partai Demokrat masih memetakan sejumlah nama untuk direkomendasi di Pilgub Jatim 2018.
Bahkan, sampai saat ini, belumada keputusan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait Pilgub Jatim. Meski pada Rabu 6 Septembr 2017, telah ada pertemuan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo.
"Belum ada, hanya pengen kitakonsolidasi di ranting-rantÂing. Soal dukungan belum dipuÂtus DPP Partai Demokrat," kata Soekarwo yang juga Gubernur Jatim, kemarin.
Pria akrab disapa Pakde Karwo ini mengungkapkan, partainya baru akan mengambil keputusan terkait calon pada November mendatang.
Sedangkan, rekomendasi akan dikeluarkan menjelang pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Sekitar November (keputusan ke luar). Kalau rekomnya menjelang pendaftaran sekitar Desember." Pakde Karwo tidak berani terbuka terkait dukungan kepada sejumlah bakal calon yang telah mendaftar ke Partai Demokrat.
"Gak eroh aku (gak tahu aku), ketuane Pak SBY, saya masih anggota, kalaupun saya punya pendapat ya tidak ada artinya, wong itu belum dipuÂtus," ujarnya.
Sejumlah nama telah mendafÂtar sebagai bakal calon Gubernur ke DPD Demokrat Jatim. Mereka adalah Wagub Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul Inspektur Pemprov Jatim Nur Wiyatno, Kombes Pol Syafiin (Gus Syaf), Nur Ariyati Assegaf, La Nyalla M Mattalitti.
Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih binÂgung untuk menentukan siapa akan dicalonkan di Pilgub Jatim. Apakah Gus Ipul atau Khofifah. "PPP masih mengikuti perkemÂbangan. Tapi dari nama yang dipertimbangkan tidak lepas dari dua nama, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul (Saifullah Yusuf)," ujar Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Madura, beberapa waktu lalu.
Menurut Romi sapaan akrab Romahurmuziy, partaiakan melihat mana dari dua sosok itu yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Yang jadi prinsip, PPP menginginkan Jatim dipimpin kader NU.
"Jawa Timur ini provinsinya NU, dan PPP sebagai anak kandung NU tentu kami berÂharap Gubernur dari NU bisa terealisasi pada saatnya nanti," ujar Romi.
Risma Tetap Tolak Maju Pilgub JatimWalikota Surabaya Tri Rismaharini sudah berulangkali menoÂlak maju di Pilgub Jatim tahun depan. Risma beralasan masih belum mampu menyejahterakan warga Kota Surabaya. Karena itu, Risma akan tetap mengemÂban jabatan Walikota Surabaya hingga usai.
"Wong saya lho belum bisa meÂnyejahterakan warga Surabaya kok disuruh maju Pilgub Jatim," guyon Risma.
Memang diakui, dirinya kerapdikaitkan dengan Pilgub Jatim. Risma pun menanggapinya santai dan penuh canda. Seperti di acara Revitalisasi Imbauan Kambtibmas di Graha Sawunggaling Gedung Pemkot, Selasa (5/9) lalu, Risma mengakusering disindir agar maju Pilgub Jatim 2018.
"Saya ini lho terus diguyoÂni Pak Iqbal (Kapolrestabes Surabaya) suruh maju Pilgub," seloroh Risma.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal mengaku hanya bercanda pada Risma. "Itu kan guyonan saya sama Bu Risma, apalagi beliau terlihat tegang dengan urusan Kota Surabaya. Makanya saya sering guyoni dan tidak serius," kata Iqbal. ***
BERITA TERKAIT: