Menko PMK Tinjau Langsung Korban Banjir Bandang Dan Longsor Kota Bitung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 13 Februari 2017, 14:37 WIB
rmol news logo . Pasca diguyur hujan deras delapan jam lamanya sejak Minggu dini hari, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara dilanda banjir bandang dan tanah longsor.

Menko PMK Puan Maharani, yang semula direncanakan kembali ke Jakarta dari Manado pagi ini usai menjadi pembicara dialog kebangsaan kemarin. Namun, begitu mendengar kabar terjadinya banjir bandang di Kota Bitung, Menko PMK memutuskan untuk menunda kepulangan dan menambah agenda kegiatannya.

Peninjauan langsung ke lokasi korban banjir bandang dan longsor di Kota Bitung, Sulut itu dilaksanakan Senin pagi (13/2). Berangkat dari Kota Manado menuju Bitung, Menko PMK didampingi oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan jajarannya.

Saat peninjauan langsung di lokasi banjir bandang dan tanah longsor itu, tepatnya berlokasi di SD Katolik Santo Andreas, Kelurahan Tandurusa Kec Aertembaga, Kota Bitung, Menko PMK disambut oleh Walikota Bitung, Max J Lomban.

Menko PMK lalu menyerahkan bantuan antara lain kasur (500), selimut (1000 L), alkon (10 unit), genset (10 unit), tong air (10), karung (1000 L), tikar (100), cangkul (15), sekop pasir (15), beras dan ikan kaleng (1 ton), dan dana segar untuk BPBD (Rp200 juta). Puan juga mengawali tinjauannya dengan berinteraksi kepada korban yang sedang mengungsi.

"Saya hadir di sini mewakili pemerintah untuk memberikan bantuan. Mungkin jumlahnya belum seperti yang diharapkan tetapi inilah bentuk simpati kami kepada masyarakat yang sedang terkena musibah," kata Puan.

"Sekolah memang diliburkan tetapi proses belajar mengajar harus terus berlangsung, berhenti sementara saja. Yang penting keamanan diri dan keluarga dulu demi untuk menghindari kalau sewaktu-waktu ada banjir susulan," tambah Puan.

Menurut data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, bencana banjir bandang telah menghantam empat kecamatan yaitu tujuh kelurahan di Kecamatan Aertembaga, dua kelurahan di Kecamatan Maesa, dua kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara dan empat kelurahan di Lembeh Selatan. Banjir bandang menghancurkan 1132 rumah dan longsor sebanyak 30 rumah, sementara 4622  jiwa kini mengungsi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini hanya dua korban luka berat dan kini tengah ditangani di rumah sakit terdekat. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA