Pasalnya, selama tiga tahun memimpin kota Bandung, kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, dianggap belum membawa perubahan yang signifikan.
"Kota Bandung tengah berbenah diri di bawah kepemimpinan baru Ridwan Kamil. Tiga tahun berjalan, Ridwan Kamil masih belum ada perubahan signifikan. Tapi bukan berarti Ridwan Kamil telah gagal, banyak pula program-programnya dan inovasi fisiknya membawa perubahan untuk Kota Bandung," kata Penggagas Forum Warga Bandung Peduli Perubahan (FWBPP), Dodi Permana, seperti diberitakan RMOLJabar.Com
Menurut Dodi perubahan di kota Bandung tidak akan sesuai dengan harapan jika Emil memutuskan untuk tetap maju dalam Pilgub Jabar. Selain itu, kata dia, janji-janji program Emil saat kampanye tidak akan terwujud.
"Bila demikian pilihan Ridwan Kamil, maka proyek LRT, proyek bus listrik, proyek kota teknopolis, cable car atau apartemen rakyat, pengentasan banjir, pengentasan kemacetan dan proyek proyek modernisasi lainnya di bawah kepemimpinan baru penggantinya pasti cuma jadi mimpi yang lewat. Kami meminta agar Ridwan Kamil bertanggung jawab penuh atas mimpi-mimpi dan harapan Kota Bandung Juara yang sudah terlanjur dijanjikan kepada masyarakat," ujarnya.
Dodi berharap Emil mau berkomitmen untuk terus memimpin perubahan kota Bandung sampai tuntas.
"Jika dia mampu menolak panggilan untuk memimpin Jakarta, seharusnya dia juga bisa menolak godaan untuk memimpin Jawa Barat. Demi Kota Bandung yang kita cintai bersama. Kami tidak menghalangi karier politik beliau, kami juga bukan pendukung beliau, kami hanya berharap perubahan kota Bandung secara utuh, tidak setengah-setengah," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: