Pada penutupan perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 507,12 poin atau 0,98 persen dan berakhir di level 51.492,55. Sementara S&P 500 turun 1,21 persen ke 7.420,10, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,34 persen dan ditutup di 26.021,66.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, dan Amazon kompak ditutup di zona merah, sehingga membebani pergerakan indeks secara keseluruhan.
Di sisi lain, penguatan saham perusahaan semikonduktor seperti Intel dan Micron Technology membantu menahan pelemahan pasar agar tidak semakin dalam. Saham SpaceX juga menjadi sorotan setelah turun hampir 5 persen, mengakhiri reli kuat yang terjadi sejak perusahaan tersebut melantai di bursa pekan lalu.
Perhatian investor tertuju pada keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5-3,75 persen. Meski demikian, sejumlah pejabat bank sentral memperkirakan masih diperlukan kenaikan suku bunga pada 2026 untuk menjaga inflasi tetap terkendali.
Proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga acuan diperkirakan berada di level 3,8 persen pada akhir 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Maret yang berada di level 3,4 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa The Fed mulai melihat perlunya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun depan.
Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun melonjak lebih dari 16 basis poin menjadi 4,216 persen.
BERITA TERKAIT: