"Banyak ayat Al-Quran menyatakan,
'..alladziina aamanuu wa amisushalihat..', kita disuruh beriman dan berbuat berbagai kebaikan," kata Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa pada acara wisuda Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) di Jakarta, Senin (28/11).
Umat Islam, kata Mensos, pada kondisi apapun harus senantiasa melakukan amal saleh dan memproduksi kebaikan-kebaikan, terlebih untuk keselamatan, kedamaian dan kemaslahatan bangsa dan negara.
"PTIQ memiliki banyak program studi yang terkait dengan keumatan. Salah satunya komunikasi Islam, yang sudah seharusnya membimbing umat untuk menjaga kejujuran, kebaikan dan suasana yang kondusif," ucapnya.
Termasuk menjaga dari ujaran kebencian atau
hate speech. Al-Quran juga mengajarkan bagaimana cara agar mengatakan sesuatu dengan benar dan jujur, sehingga menjadi referensi dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
"Saya kira menjaga dari ujaran kebenciran atau
hate speech penting untuk mencipatkan suasana kondusif dan Al-Quran sangat bisa menjadi referensi agar lisan senantiasa mengatakan yang benar dan jujur," ucap Khofifah.
Peran masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman dan kondusif perlu menjadi sikap segenap warga bangsa, termasuk kaum ibu-ibu sebagai kewajiban warga negara dengan melakukan ikhtiar dengan berdoa dan bermunajat.
"Saya selalu mengajak dan mengkampanyekan agar ibu-ibu, termasuk Muslimah NU untuk senantiasa ikhtiar dengan berdoa dan bermunajat untuk kedamaian dan keselamatan bangsa dan negara" katanya.
Perlu dipahamai bahwa peran ibu-ibu tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, mereka memiliki kemampuan untuk berdoa dan bermunajat untuk membangun suasana aman, damai, serta demi kemaslahatan bangsa.
"Dengan kekuatan doa dan munajat untuk keselamatan, kemaslahan dan kedamaian bangsa sebagai bagian dari bentuk memproduksi kebaikan dan komitemen menjaga kedamaian dan keselamatan bangsa dan negara," demikian Khofifah.
[rus]
BERITA TERKAIT: