"Warga Muhammadiyah termasuk Aisyiah yang akan bergabung dalam aksi 4 November mencapai 15.000. Baik yang dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung dan Sumatera Selatan," ujar Sekjen Fokal IMM, Azrul Tanjung, Kamis (3/11).
Meskipun warga Muhammadiyah dilarang membawa atribut Muhammadiyah, Azrul yang juga Sekretaris Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah ini mengungkapkan pihaknya akan patuh.
"Kami
sami'na wa atho'na kepada pimpinan. Tapi kami juga tidak mungkin abai atau melakukan pembiaran terhadap kondisi warga kita yang sebagian besar sudah masuk Jakarta," ujar Azrul.
Menurutnya, dorongan jihad untuk Islam atas penistaan ayat suci Al-Quran dan ulama, jihad keadilan atas ketidaktegasan penegak hukum, serta jihad Indonesia karena warga Muhammadiyah memandang bahwa tabiat Basuki Tjahja Purnama (Ahok) berpontesi merobek-robek renda kebhinekaan yang sejak era perjuangan fisik, kemerdekaan, hingga era reformasi diperjuangan.
Azrul menambahkan, aktifis Muhammadiyah di Jakarta sedang mengumpulkan teman-teman kader dari berbagai profesi, termasuk perawat, dokter dan advokat, namun tidak dalam ranah struktural Muhammadiyah untuk menjaga takzim kepada pimpinan.
"Dan Alhamdulillah, ternyata di luar dugaan malah ada juga kader-kader senior pada ingin terlibat baik dari pegiat LSM, hukum hingga pensiunan PNS, militer dan kepolisian pada berdatangan. Jadi,
bismillah, besok warga Muhammadiyah akan turun bersama umat Islam lainnya," ucapnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: