Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), SutopoPurwo Nugroho, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 29/10).
Sutopo menjelaskan, pada Senin lalu (24/10), penambang emas sebanyak 11 orang melakukan penambangan dengan metoda membuat lobang jarum sedalam antara 30 -50 M. Saat itu, terjadi hujan. Air dan lumpur pun masuk ke lobang peti sehingga 11 orang penambang terjebak di dalam lobang.
Ke-11 korban itu adalah Tami (45), Yongtok (30), Siam (28), Hamzah (55), Jurnal (21), Lukman (34), Guntur (34), Sito (25), Zulfikar (25), Herman (53) dan Erwin (44)
Saat ini, sambung Sutopo, tim terus melakukan upaya penyedotan air dan lumpur yg menutup lobang dengan menggunakan 14 unit pompa. Tim SAR Gabungan juga telah mencoba menjangkau dengan masuk ke dalam lobang tetapi tidak mampu menjangkau korban karena lobang yang sempit dan masih penuhi air.
"Apabila tetap tidak kering, maka pada hari ini akan dikerahkan alat berat untuk melakukan evakuasi," jelas Sutopo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: