ACT dan MRI Sumut Konsolidasi dan Evaluasi Bencana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Jumat, 04 April 2014, 15:45 WIB
ACT dan MRI Sumut  Konsolidasi dan Evaluasi Bencana
net
Kecil Besar
rmol news logo Posisi geografis Indonesia berada di cincin api atau ring of fire dan memiliki potensi bencana tektonik. Indonesia tercatat sebagai pemilik gunung berapi terbanyak di dunia, sebanyak 130 gunung berapi atau 10 persen dari jumlah gunung berapi di dunia. Dari jumlah tersebut, 17 diantaranya masih aktif.
HUT RMOL news

Ring of fire merupakan rangkaian lempeng atau patahan besar yang menjadi ancaman potensial gempa. Posisinya mengepung perairan Indonesia mulai dari Laut Andaman menjalar dari atas pesisir Sumatera hingga timur. Lempeng "Semangka" di sepanjang daratan pantai barat Sumatera berakhir di Selat Sunda. Kemudian, bersambung dengan rangkaian puluhan gunung berapi aktif di Jawa-Bali-Lombok-Sumbawa-Flores hingga Pulau Alor.

Patahan dari zona subduksi Euroasia-Austronesia (Maintrust) menjalar dari Laut Andaman menyusuri perairan Barat Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara-Laut Arafuru-Laut Seram-Sulawesi Utara-Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Pertemuan lempeng EuraAsia-lempeng Australia dan lempeng Filipina-Lempeng Pasifik pergerakannya bagai sebuah bom waktu.
 
Formasi bebatuan dan karang pada kerak bumi dibentuk dari dasar kerak dan berlangsung terus menerus sebagai efek pelepasan panas inti bumi yang mendidih melalui selimut (mantel) bumi. Saat formasi baru dibentuk, terjadi desakan yang menggeser lempengan, sehingga terjadi keretakan dan benturan antar patahan lempeng.

Melihat kenyataan tersebut tidak ada jaminan bagi wilayah Indonesia bebas gempa mengingat semua lempeng di bumi ini saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Hal tersebut menjelaskan kenapa gempa besar dan letusan gunung berapi yang terus beruntun terjadi.

Mengingat potensi bencana yang begitu besar di Indonesia, khususnya Sumatera, maka Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Medan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatera Utara melaksanakan konsolidasi dan evaluasi bencana tahap pertama di Hotel Garuda Plaza dan Hotel Miyana pada Rabu sampai Kamis kemarin (2-3 April).

Kegiatan tersebut merupakan konsolidasi pimpinan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) daerah (Medan, Kabanjahe, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhan Batu) dan MRI unit kampus (USU, IAIN, UMN, Microskill). Pada kegiatan tersebut menyamakan serta mengoptimalkan peran MRI Sumatera Utara.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Medan dan MRI Sumatera Utara juga terus melakukan aktivitas kemanusiaan di sekitar Gunung Sinabung serta pemberdayaan masyarakat Sumatera Utara.

"Konsolidasi juga untuk memantapkan program recovery untuk korban erupsi gunung sinabung dan menyiapkan tim tanggap bencana di seluruh daerah Sumatera Utara," kata Ketua Umum MRI Sumatera Utara, Zulham Effendi. [ald]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA