Enam ruas tol yang akan dibangun tersebut adalah Kampung Melayu-Kemayoran (9,6 km), Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo (22,8 km), Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang (11,4 km), Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading (10,8 km), Ulujami-Tanah Abang (8,3 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,5 km).
"Saya belum bisa jawab," ujar Jokowi dalam wawancara yang disiarkan langsung
TV One, Sabtu malam (24/11).
Alasannya, ungkap Jokowi, dirinya belum menerima pemaparan lengkap soal manfaat atau dampak buruk dari enam ruas jalan tol yang menelan biaya Rp 42 triliun itu.
"Apa fungsinya, apa gunanya, apakah untuk bus atau pribadi, saya belum tahu. Jadi saya bukan menolak," tegas mantan Walikota Solo itu.
"Saya ingin mendahulukan mana yang menjadi prioritas. Kita bikin MRT, monerel, perbaiki busway," tambah Jokowi.
Dalam beberapa kesempatan Jokowi mengatakan, pembangunan enam ruas tol itu tidak akan mengurangi kemacetan.
Ada juga yang menilai keberadaaan enam tol itu malah memicu orang dari daerah sekitar Jakarta untuk masuk ke dalam kota dan otomatis menambah kemacetan.
[ald]
BERITA TERKAIT: