Ayah Menghilang Setelah Anak yang Disuruh Edarkan Togel Ditangkap

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 18 September 2011, 22:22 WIB

RMOL. HW masih duduk di bangku sekolah. Pelajar berumur 16 tahun ini tepatnya duduk di kelas II salah satu SMA di Kota Tasikmalaya.


Meski masih sekolah, dia rajin membantu bapaknya jualan kupon judi togel ‘Jaya Plus’. Ya, Ed (40) bapaknya yang warga Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya dikenal bandar judi. HW kerap menolak mengedarkan kupon. Tapi sang bapak marah. Akhirnya HW tidak bisa berkutik.

Aksi HW tercium polisi. Dia pun dibekuk jajaran Satreskrim Polresta Tasikmalaya, kemarin.

Selain HW polisi juga menangkap temannya Harun Rasyidi (34). Dia tukang ojek warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, yang sehari hari tinggal di Jalan Nagarawangi Cihideung, Kota Tasikmalaya. Keduanya ditangkap tengah mengumpulkan ratusan lembar kupon judi togel dari sejumlah pelanggan.

Hasil pemeriksaan polisi, Harun sering mengantar HW untuk mengedarkan kupon judi togel. Dari tangan HW dan Harun polisi mendapatkan barang bukti ratusan kupon judi togel serta uang tunai senilai Rp 2 juta.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Anton Firmanto tugas keduanya mengumpulkan kupon jodi togel 'Jaya Plus' dari setiap pemasang di wilayah Ciawi dan sekitarnya.

HW dibawah perintah Ed, bapaknya. Namun sayang Ed kini menghilang dan masih dalam pengejaran polisi.

Omset perjudian jenis ini mencapai jutaan rupiah persatu kali penarikan. Seperti kala itu polisi mendapatkan sedikitnya uang tunai Rp 2 juta dari keduanya.

Setiap satu kupon judi berdigit 4 nomor dihargai Rp 1 ribu. Kupon ini dipesan oleh pemasang kemudian ditarik oleh HW dan Wahyu. Untuk penarikan dilakukan seminggu tiga kali dan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Kerja pada malam hari disiasati guna menghindari penciuman polisi.

Menurut HW, sasaran pemasang judi yakni para tukang ojek dan warga yang ingin mendapatkan untung dengan cara instan. Setiap pemesan, bisa 5 sampai 10 kupon. Hal ini diyakini guna memperbesar peluang menang ketimbang membeli satu kupon saja.

"Setiap saya menolak untuk menarik kupon judi, maka cacian dan makianlah yang saya terima dari bapak," kilah HW.

Kini HW dan Harun dijerat pasal 303 KUHP. Ancamannya paling lama 10 tahun penjara. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA