Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peningkatan titik panas atau hotspot terutama terjadi di Kalimantan dan Papua. Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca yang relatif kering saat Indonesia memasuki periode yang turut dipengaruhi fenomena El Nino.
Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat bahkan memperpanjang status siaga darurat bencana asap hingga 15 November 2026.
Berdasarkan data BMKG Supadio per 27 Juli 2026, terdapat 200 hotspot yang tersebar di 12 kabupaten. Kabupaten Kubu Raya tercatat memiliki hotspot terbanyak dengan 64 titik, disusul Ketapang sebanyak 56 titik dan Kayong Utara sebanyak 53 titik.
Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap akibat karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan. Partikel halus seperti PM2.5 dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi maupun peradangan.
Kementerian Kesehatan menyebut paparan polusi udara dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan hidung hingga memperburuk asma serta gangguan pada paru-paru.
Cara Cegah ISPA Saat Karhutla
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, masyarakat perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Berau membagikan beberapa cara yang dapat diterapkan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah
Menggunakan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan partikel polusi saat berada di luar ruangan. Ketika kondisi asap cukup pekat, gunakan masker yang dapat memberikan perlindungan terhadap partikel halus, seperti N95 atau FFP2.
Pastikan masker terpasang dengan baik dan menutup hidung serta mulut secara sempurna.
2. Tutup Pintu dan Jendela Rumah
Ketika kabut asap mulai masuk ke kawasan permukiman, segera tutup pintu dan jendela rumah. Cara ini dapat membantu mengurangi masuknya polutan dari udara luar ke dalam ruangan.
Masyarakat juga sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi asap sedang memburuk.
3. Perbanyak Minum Air Putih
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga penting selama kondisi cuaca panas dan berasap. Perbanyak minum air putih untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Meski demikian, minum air putih bukan pengganti pengobatan apabila sudah muncul gejala ISPA. Jika mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
4. Konsumsi Makanan Bergizi
Asupan makanan bergizi tetap perlu diperhatikan ketika terjadi kabut asap. Pola makan dengan gizi seimbang dapat membantu menjaga kondisi tubuh.
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan dalam jumlah seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.
5. Jaga Kebugaran Tubuh
Menjaga kebugaran tetap penting, tetapi aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Ketika udara sedang buruk atau kabut asap sangat pekat, hindari olahraga dan aktivitas berat di luar ruangan.
Jika ingin berolahraga, pilih waktu dan lokasi dengan kualitas udara yang lebih baik atau lakukan aktivitas fisik di dalam ruangan.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat mengurangi paparan polusi dan menekan risiko gangguan pernapasan selama karhutla masih terjadi.
BERITA TERKAIT: