Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan diagnostik dan skrining hepatitis B dan C dalam Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah PPHI–PGI–PEGI 2026 di Yogyakarta pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Hepatitis Sedunia.
Salah satu fitur yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut adalah Shear Wave Measurement (SWM), yang tersedia pada perangkat ultrasonografi yang dihadirkan FUJIFILM Indonesia. Teknologi ini memungkinkan klinisi mengukur kekakuan jaringan hati dan membantu mendeteksi potensi fibrosis akibat infeksi hepatitis B maupun C tanpa memerlukan prosedur invasif, sehingga perubahan struktur organ dapat diketahui sejak tahap awal.
Selain mengukur kekakuan jaringan, USG juga menghasilkan gambaran anatomi hati secara lebih detail sehingga dapat membantu proses evaluasi kondisi organ dan pemantauan pasien secara berkala.
Presiden Direktur FUJIFILM Indonesia, Masato Yamamoto, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan penyakit hati.
“Melalui dukungan pada program skrining hepatitis B dan C dalam rangka Kongres Nasional dan Pertemuan Ilmiah PPHI–PGI–PEGI 2026 ini, kami berharap dapat turut meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan,” kata Masato dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Teknologi USG tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem HPB (Hepato–Pancreato–Biliary) Solution yang mengintegrasikan ultrasonografi, endoskopi, dan mobile C-arm.
Ketiga modalitas tersebut dapat digunakan pada berbagai tahapan pelayanan pasien, mulai dari skrining dan diagnosis hingga tindakan medis serta pemantauan kondisi pasien dengan gangguan hati, pankreas, dan saluran empedu.
Direktur FUJIFILM Indonesia, Handra Effendi, mengatakan kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang terintegrasi terus berkembang seiring dengan peningkatan layanan medis di Indonesia.
“Melalui HPB Solution, kami berkomitmen mendukung penanganan penyakit hati secara lebih komprehensif sehingga fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan yang semakin optimal bagi masyarakat,” kata Handra.
BERITA TERKAIT: