Menurut laporan tersebut, AS telah melaporkan sekitar 94.000 kasus Covid-19 anak antara 29 Juli dan 5 Agustus, mengambil 15 persen dari total kasus yang dilaporkan mingguan di AS, seperti dikutip dari CGTN.
Kasus Covid-19 anak di AS telah berfluktuasi secara dramatis, mengingat jumlahnya yang sempat menurun menjadi 8.447 kasus pada akhir Juni, terendah dalam lebih dari setahun.
Namun, kasus mingguan terbaru meningkat sekitar 11 kali lipat dibandingkan dengan akhir Juni.
Untungnya, tampaknya jarang anak-anak mengalami gejala Covid yang parah. Akademi meminta lebih banyak data untuk dikumpulkan tentang dampak jangka panjang pandemi pada anak-anak, seperti efek kesehatan fisik, emosional, dan mental.
Sejauh ini AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian akibat virus tertinggi di dunia dengan total 37.067.806 kasus dan 635.257 kematian hingga Kamis malam (12/8) menurut data worldometers.