15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Minggu, 08 Maret 2026, 12:05 WIB
15 Vaksinasi Wajib untuk Anak Menurut IDAI dengan Jadwalnya
Ilustrasi Vaksin Anak (Sumber: Freepik)
rmol news logo Vaksinasi merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang berbahaya. Melalui program imunisasi, tubuh anak akan membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu sehingga risiko sakit berat, komplikasi, hingga kematian dapat ditekan sejak dini.

Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan sejumlah vaksinasi wajib yang perlu diberikan kepada anak sejak bayi hingga usia tertentu. Program imunisasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit sekaligus menjaga kesehatan masyarakat secara luas.

Dengan mengikuti jadwal imunisasi yang dianjurkan, orang tua dapat memastikan tumbuh kembang anak berlangsung lebih optimal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui daftar vaksinasi wajib untuk anak beserta waktu pemberiannya agar tidak terlewat.

Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), terdapat sejumlah vaksin dan imunisasi yang direkomendasikan untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Berikut daftar vaksin dan imunisasi wajib untuk anak menurut rekomendasi IDAI.

1. Imunisasi Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B diberikan sebanyak 5 kali, yaitu saat bayi berusia kurang dari 24 jam, kemudian pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Sebagai bagian dari vaksin wajib bayi, imunisasi ini berfungsi membentuk kekebalan jangka panjang terhadap virus hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati hingga kanker hati pada masa dewasa.

2. Vaksin Polio

Imunisasi polio diberikan sebanyak 5 kali, yaitu saat bayi berusia 0 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Vaksin ini membantu tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus polio sehingga dapat mencegah penyebaran virus ke sistem saraf yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan permanen.

3. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin)

Vaksin BCG diberikan satu kali, biasanya ketika bayi baru lahir. Imunisasi ini bertujuan melindungi anak dari tuberkulosis (TB) berat, terutama TB pada otak atau meningitis TBC.

4. Vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis)

Vaksin Difteri, Tetanus, dan Pertusis diberikan sebanyak 6 kali. Tiga dosis pertama diberikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, kemudian dosis lanjutan pada usia 18 bulan, 5–7 tahun, dan 10–18 tahun.

Imunisasi ini melindungi anak dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

5. Imunisasi Hib

Imunisasi Hib diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b yang dapat menyebabkan meningitis, pneumonia, hingga infeksi serius lainnya pada anak.

6. Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Vaksin PCV diberikan saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12–15 bulan. Imunisasi ini melindungi anak dari infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.

7. Vaksin Rotavirus

Vaksin rotavirus diberikan sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Imunisasi ini bertujuan mencegah infeksi rotavirus yang sering menyebabkan diare akut, muntah, demam, dan sakit perut pada bayi dan anak.

8. Imunisasi Influenza

Vaksin influenza mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan, kemudian diulang setiap tahun hingga usia 18 tahun. Vaksin ini membantu mencegah infeksi flu serta menurunkan risiko komplikasi serius akibat influenza.

9. Vaksin MR/MMR (Campak, Rubella, Gondongan)

Imunisasi Campak, Rubella, dan Gondongan pertama diberikan pada usia 9 bulan. Dosis kedua diberikan pada usia 15–18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5–7 tahun dalam bentuk vaksin MR atau MMR.

Vaksin ini penting untuk mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan yang dapat menimbulkan komplikasi serius.

10. Imunisasi Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin JE diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan 24 bulan. Penyakit Japanese Encephalitis merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyebabkan radang otak dengan gejala seperti demam, kejang, leher kaku, hingga gangguan bicara.

11. Vaksin Varisela

Vaksin varisela diberikan sebanyak 2 dosis pada rentang usia 12–18 bulan. Imunisasi ini bertujuan mencegah cacar air, yang pada anak dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan ruam kemerahan pada kulit.

12. Imunisasi Hepatitis A

Vaksin Hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis pada usia 12–24 bulan. Imunisasi ini melindungi anak dari infeksi virus hepatitis A yang dapat menyebabkan peradangan pada hati.

13. Vaksin Tifoid

Vaksin tifoid pertama kali diberikan saat anak berusia 24 bulan, kemudian diulang pada usia 5 tahun dan selanjutnya setiap 3 tahun sekali. Imunisasi ini bertujuan mencegah demam tifoid atau tifus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

14. Imunisasi HPV (Human Papillomavirus)

Vaksin HPV diberikan kepada remaja perempuan maupun laki-laki. Pemberian 2 dosis dilakukan pada usia 9–14 tahun, sedangkan usia 15–18 tahun diberikan 3 dosis.

Vaksin ini membantu mencegah kutil kelamin serta berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan HPV, termasuk kanker serviks.

15. Imunisasi Dengue

Vaksin dengue tersedia dalam dua jenis, yaitu CYD (Chimeric Yellow Fever Dengue) dan TAK-003. Vaksin CYD diberikan pada usia 9–16 tahun sebanyak 3 dosis dengan interval 6 bulan. Sementara itu, vaksin TAK-003 diberikan pada usia 6–45 tahun sebanyak 2 dosis dengan interval 3 bulan.

Imunisasi ini bertujuan menurunkan risiko infeksi demam berdarah dengue (DBD).rmol news logo article
EDITOR: TIFANI
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA