Strategi Pilih Makanan Sehat Menghadapi Musim Kemarau dan Hujan

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/ananda-gabriel-5'>ANANDA GABRIEL</a>
OLEH: ANANDA GABRIEL
  • Kamis, 05 Maret 2026, 11:10 WIB
Strategi Pilih Makanan Sehat Menghadapi Musim Kemarau dan Hujan
Ilustrasi/Ist.
rmol news logo Kondisi cuaca yang ekstrem, baik kemarau panjang maupun musim hujan, menuntut kewaspadaan tinggi dalam memilih asupan makanan[cite: 135].

Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis sering kali memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri[cite: 163, 187].

Saat matahari menyengat, risiko utama bagi tubuh adalah dehidrasi dan gangguan pencernaan[cite: 187]. Oleh karena itu, pola makan bijak adalah kunci utama menghadapi cuaca panas yang berkepanjangan[cite: 136].

1. Prioritas Hidrasi dan Elektrolit

Asupan cairan menjadi pondasi vital. Para ahli menyarankan minum minimal 2 hingga 2,5 liter air per hari[cite: 146, 198].

Selain air putih, air kelapa alami merupakan pilihan tepat untuk menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat[cite: 199].

Konsumsi buah dengan kandungan air di atas 90 persen, seperti semangka, melon, jeruk, dan timun, juga sangat disarankan untuk mendukung keseimbangan tubuh[cite: 189, 190].

2. Batasi Makanan Berat dan Manis

Di tengah suhu tinggi, tubuh sebaiknya tidak dibebani oleh makanan berlemak tinggi karena dapat memperlambat proses pencernaan[cite: 139, 196].

Selain itu, minuman yang terlalu manis perlu dibatasi karena justru meningkatkan risiko dehidrasi ringan[cite: 145, 196]. Makanan bersifat "mendinginkan" seperti yoghurt, lidah buaya, dan mint dapat membantu menjaga keseimbangan termal tubuh[cite: 201, 202].

3. Waspada Kebersihan Lingkungan

Musim kemarau panjang identik dengan debu yang beterbangan[cite: 141]. Masyarakat diimbau untuk menghindari jajanan terbuka yang rawan tercemar guna mencegah diare dan infeksi saluran pencernaan[cite: 141].

Memperkuat Imun di Musim Hujan

Sebaliknya, saat musim hujan tiba, cuaca lembap dan dingin membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit saluran pernapasan[cite: 163]. Menjaga sistem imun menjadi prioritas melalui pemilihan superfood yang tepat[cite: 164, 169].

1. Sayuran Hijau dan Rempah Alami

Bayam dan brokoli yang kaya vitamin A, C, dan E sangat penting untuk produksi sel darah putih[cite: 167, 168]. Selain itu, rempah seperti bawang putih dan jahe memiliki sifat antibakteri dan antivirus alami[cite: 169]. Bawang putih berfungsi merangsang respons imun, sementara jahe efektif meredakan peradangan[cite: 170].

2. Sumber Protein Berkualitas

Kementerian Kesehatan RI menyarankan konsumsi protein seperti ikan, ayam, telur, dan daging tanpa lemak sebagai blok pembangun utama sel imun[cite: 175, 176]. Pilihan protein ringan lebih disarankan agar energi tubuh terjaga tanpa meningkatkan beban pencernaan yang berlebihan[cite: 193, 194].

3. Keajaiban Sup Berkaldu

Mengonsumsi sup hangat berbasis sayur dan daging tidak hanya membantu menghidrasi tubuh, tetapi juga menjaga selaput lendir saluran pernapasan tetap sehat, yang merupakan kunci pertahanan pertama terhadap virus[cite: 178].

Dengan mengadopsi pola makan alami yang fokus pada hidrasi dan nutrisi pelindung, masyarakat dapat menekan angka penyakit musiman secara berkelanjutan[cite: 152, 203]. rmol news logo article
EDITOR: TIFANI
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA