Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers yang diterima Jumat (30/10).
"Kuncinya tetap di BPOM. Untuk Sinovac ada bentuk jadi dan jumlahnya ada 3 juta. Dan itu akan masuk bertahap," ujar Airlangga.
Peran BPOM terkait penggunaan vaksin Covid-19 adalah memastikan tingkat keamanan dan efektifitasnya jika nanti disuntikan kepada masyarakat.
Airlangga mengungkapkan, BPOM sudah mengirim tim ke Sinovac, China untuk melihat proses uji klinis
(clinical trial) tahap ketiga guna memastikan tingkat keamanan vaksin Covid-19.
"Jadi beberapa lokasi produksi juga dilihat, sehingga cara pembuatan obat yang baik kemudian protokol dari
clinical trial, sehingga tentu utamanya untuk keselamatan aman dan efektif," tuturnya.
Lebih lanjut, BPOM kata Airlangga juga sudah melakukan kunjungan ke Uni Emirates Arab (UEA) dan Inggris untuk melihat proses uji klinis tahap ketiga beberapa produsen vaksin Covid-19.
Nantinya, lanjut Menko Perekonomian ini, BPOM juga akan menerima laporan dari uji klinis dari negara-negara lain. Jika hasil yang diterima positif, maka BPOM akan mengeluarkan izin penggunaan vaksin di Indonesia.
"Dengan prosedur yang dipatuhi untuk Emergency Use Authorization, maka tentu diharapkan BPOM bisa melakukan evaluasi. Karena Badan POM juga akan mendapatkan laporan
clinical trial dari negara lain, termasuk Brazil," demikian Airlangga Hartarto.
BERITA TERKAIT: