Sementara dari pengembangan kasus, pihak Bareskrim menemukan ada delapan distributor vaksin palsu. Ke-14 RS itu hanya dari Jabodetabek.
"Kenapa hanya Jabodetabek atau daerah sekitar Jakarta belum dilakukan? Oleh Bareskrim belum dilakukan terus penyebaran penyelidikan ini akan dilakukan penyebaran jadi 14 rumah sakit," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).
Namun untuk Jabodetabek, menurut Nila, Bareskrim sebetulnya sudah menyelidik dua distributor. Satu distributor belum diizinkan untuk dibuka ke publik oleh Bareskrim karena masih tahap penyelidikan.
"Tetapi yang sudah 14 itu yang bisa jadi baru hari ini kami diizinkan untuk memberitahukan rumah sakit," bebernya.
Dia menambahkan, bisa saja dalam penyelidikan Bareskrim menemukan ada fasilitas kesehatan lain yang menjual vaksin palsu.
[wid]
BERITA TERKAIT: