Anggota Komisi IX DPR RI Amelia Anggraini menilai, hingga kini pemerintah dinilai belum serius menuntaskan penanganan dan pencegahan wabah penyakit yang cukup mematikan tersebut.
"Saya pikir Kemenkes sebagai leading sektor kesehatan di pemerintah pusat agar memberi perhatian terkait kondisi ini. Dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan seluruh kabupaten dan kota untuk perang terhadap sumber penyebab penyakit DBD," jelasnya kepada redaksi, Sabtu (9/4).
Menurut Amel, Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD memang sangat memperihatinkan. Apalagi tahun 2015 adalah tahun di mana siklus lima tahunan DBD di Indonesia terjadi. Tahun ini pun ternyata masih terjadi KLB DBD di beberapa daerah.
Dia mengatakan, harusnya kejadian ini bisa ditangani pemerintah dengan cepat. Karena kapasitas pos anggaran Kemenkes relatif besar dalam APBN 2016.
‎Tidak siapnya pihak Kemenkes dalam menanggulangi wabah DBD juga didapati Amel saat mengadakan kunjungan daerah. Bahkan ada daerah yang alat pencegahan seperti mesin pengasap atau fogging sudah tidak dapat dipakai alias dalam kondisi rusak.
"Ironi lainnya di daerah itu seperti tidak punya perencanaan terpadu menghadapi dan menekan angka KLB DBD karena upaya preventif tidak sepenuhnya dilakukan secara serius. Terbukti seperti mesin alat foggingnya itu sudah rusak dan tidak ada alat baru," ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.
[wah]
BERITA TERKAIT: