Pada saat upacara pembukaan pembekalan peserta program Nusantara Sehat gelombang kedua, Menteri Kesehatan RI Prof dr Nila Farid Moeloek, SpM(K), menyampaikan bahwa Program Nusantara Sehat merupakan program yang dirancang dengan tujuan konkrit penguatan layanan primer (Puskesmas), sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, melalui peningkatan jumlah, sebaran tenaga kesehatan berkualitas berbasis tim.
"Program yang juga dibuat untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan, yang sejalan dengan Nawacita 'Membangun Indonesia dari Pinggir' ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat menyeluruh dan melibatkan anggota tim kesehatan sebagai interprofessional collaboration (dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya)," kata Menkes, yang menjadi inspektur upacara dalam upacara di Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Jakarta Timur, Senin (26/10).
Program Nusantara Sehat lahir setelah adanya kajian tentang distribusi tenaga kesehatan yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI pada 2012. Peserta program ini meliputi tenaga medis dan kesehatan, mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, ahli teknik laboratorium medik, ahli gizi, dan ahli farmasi. Program berlangsung dua tahun di daerah perbatasan terpencil, perbatasan dan kepulauan, serta daerah bermasalah kesehatan.
‎"Gelombang kedua ini diikuti 605 peserta muda di bawah 30 tahun. Mereka akan ditempatkan di 100 puskesmas di daerah perbatasan terpencil, perbatasan dan kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan. Kenapa di puskesmas? Karena puskesmas adalah garda terdepan bagi kegiatan pelayanan kesehatan, termasuk usaha promotif, preventif, dan kegiatan proaktif untuk menjangkau sasaran di luar masyarakat sesuai rencana pembangunan kesehatan periode 2015-2019 dengan Paradigma Sehat," imbuhnya.
‎Belum dicapainya kesuksesan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian balita (AKB), serta persoalan seperti stunting dan masalah gizi lainnya, serta pengendalian penyakit menular (seperti HIV/AIDS, Malaria, TB), penyakit tidak menular (kanker, jantung, dll), dikatakan Menteri memerlukan pendekatan keluarga, salah satunya dengan meningkatkan penyebaran dan kualitas tenaga kesehatan.
‎"Untuk itu, kami juga membekali peserta terdidik dan profesional ini dengan materi bela negara, penguatan program, pengembangan diri serta pelayanan medis dan komunitas, dengan kerjasama Pusdikkes Kodiklat TNI AD dan Rindam Jaya. Kami berharap setelah ini, peserta mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di daerah perbatasan NKRI dengan berbekal disiplin, loyalitas, dedikasi, jiwa, korsa, dan semangat pantang menyerah di tempat tugasnya," imbuh Menkes.
‎Proses seleksi untuk rekrutmen Tim Nusantara Sehat gelombang kedua ini dilakukan pada September-Oktober 2015 melalui dua tahap, yaitu Tahap 1 Resume dan Esai, dan Tahap 2 tes psikologi, wawancara, dan focus group discussion dengan total pelamar 11.760 orang. Bagi peserta yang belum berhasil dalam seleksi ini dapat mendaftar kembali pada periode berikutnya pada awal tahun 2016.
[sam]‎
BERITA TERKAIT: