Seorang perawat di Texas, Amerika Serikat, telah terjangkit virus ebola setelah merawat seorang warga Liberia, Thomas Eric Duncan yang menyusul tewas karena virus tersebut di Dallas pada pekan lalu.
Ketika Bali Democracy Forum (BDF) VII tahun 2014 yang digelar di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, beberapa waktu yang lalu, Tim CBRNE (Chemical Biologi Radiologi Nuclear Explosive) dari Dendeteksi Paspampres dan Tim Kesehatan (Denkes Paspampres dan Kesdam IX/UDY) yang tergabung dalam Satgaspam VVIP BDF VII juga ikut melakukan antisipasi dengan melakukan latihan simulasi untuk penanganan akibat virus Ebola, mengingat peserta yang mengikuti berasal dari berbagai manca negara.
Penyebaran virus sebetulnya bisa dihentikan jika dilakukan pencegahan yang terorganisir dengan baik, karena pasien bisa memiliki kesempatan hidup lebih besar jika dirawat sejak dini kendati 90 persen orang yang terjangkit virus ini berakhir dengan kematian.
Menurut informasi yang disebarluaskan oleh Direktorat Kesehatan TNI Angkatan Darat, (Dirkesad) Virus Ebola adalah sebuah virus yang menyerang sistem darah. Oleh para ilmuwan, Ebola disebut juga dengan Demam Haemorraghic yang membuat penderita mengalami pendarahan di hampir seluruh tubuhnya. Umumnya korban mengalami pendarahan hingga meninggal dunia.
Ebola sangat menular dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh, darah, keringat, liur, semen atau cairan lain. Dan Ebola tidak ditularkan melalui udara, namun virus ini sangat mematikan sehingga menjadi salah satu wabah paling mematikan di dunia hanya dalam waktu kurang lebih dua pekan.
Virus Ebola tidak dapat diobati atau disembuhkan, dan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus Ebola dapat dilihat dari beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, diare, muntah, letih, ngilu atau nyeri sendi dan otot, sakit perut, dan hilang nafsu makan.
Sementara itu untuk mengantisipasinya kita harus mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau juga menggunakan sanitizer tangan yang baik. Hindari kontak fisik yang tidak perlu dangan orang lain. Sedapat mungkin makanlah masakan yang dimasak sendiri. Dan lakukan suci hama sekeliling kita karena Virus Ebola tidak dapat bertahan terhadap disinfectants, panas, sinar matahari langsung, detergen dan sabun.
Direktorat Kesehatan Angkatan Darat seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada
RMOL, beberapa saat lalu (Selasa, 14/10) juga mengimbau agar memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan fumigasi jika memiliki hewan peliharaan dan buanglah bangkai hewan sebagaimana mestinya. Tikus dapat pula membawa virus ini.
Mayat masih dapat menularkan Ebola, untuk itu jangan menyentuh mayat tanpa alat pelindung atau lebih baik jangan menyentuhnya. Lindungi diri unakan alat pelindung jika anda harus merawat atau berdekatan dengan orang yang diduga terjangkit Ebola.
"Laporkan setiap gejala mencurigakan bila terjadi pada diri kita atau orang lain secepatnya dan jangan menunda," imbau pesan dari Dirkesa.
[wid]
BERITA TERKAIT: