Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Makarim WiÂbiÂsoÂno mengatakan, negara-neÂgaÂra ASEAN menyatakan keÂseÂriÂusannya melakukan penÂceÂgahÂan dan penanganan kanÂker seÂbaÂÂgai investasi ekonomi neÂgara.
“Strategi pengendalian kanÂker di tingkat regional harus beÂnar-benar dilakukan bagi meÂreka yang paling memÂbuÂtuhÂkan,†kata Makarim dalam jumÂpa pers di acara delegasi neÂgara-negara ASEAN bertajuk ‘Policy Roundtable on Future Access to Cancer Care in ASEÂAN’ di Jakarta, Jumat (23/11).
Selain memicu kematian dini, kanker juga bisa menyeÂbabkan kecacatan dan kelumÂpuhan yang membuat orang tidak lagi bisa produktif. Jika ditotal, waktu berharga yang teÂramÂpas oleh kanker di InÂdonesia bisa menÂcapai ribuan tahun lamanya.
“Dampak kanker sebagian besar dirasakan oleh maÂsyaÂrakat menengah dan bawah, terutama di negara-negara deÂngan sistem jaminan sosial yang tidak memadai dan itu haÂrus segera ditangani,†katanya.
Menurut Guru Besar BiosÂtatistik di The George Institute for Global Health Mark WoodÂward, Indonesia masuk di urutÂan keempat penderita penyakit kanker.
“Di Indonesia kanker banyak menyerang di usia 20 hingga 64 tahun. Di Laos di bawah 20 tahun. Pada usia itu seharusnya masa produktif, tapi mereka tiÂdak bisa bekerja karena kanÂker dan itu mengakibatkan keÂruÂgian besar,†kata Woodward.
Woodward memprediksi, tahun 2030 akan ada 22 juta kasus kanker baru dan 13,2 juta orang akan meninggal karena kanker. Jumlah itu bisa memÂpengaruhi pertumbuhan ekoÂnomi ASEAN.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, pihaknya seÂlalu gencar mengÂkampaÂnyeÂkan pola hidup sehat agar masÂyarakat terhindar dari kanker.
“Kanker bukan hanya meruÂgikan penderita, tetapi sudah masuk ke ranah ekonomi. SetiÂap satu keluarga yang menÂdeÂrita kanker akan meÂngeÂluarkan 30 persen dari penÂdapatan unÂtuk berobat,†kata Nafsiah.
Nafsiah menegaskan, upaya penanganan kanker ini buÂkanÂlah tanggung jawab peÂmerintah saja, namun harus diikuti keÂsadaran masyarakat untuk meÂmulai berperilaku hidup sehat.
“Pemerintah saÂngat berganÂtung ke masyarakat, mau tidak menerapkan pola hidup sehat ,†tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: