“Sepatu jenis wedge memang poÂpular, namun sepatu jenis ini sangat berbahaya karena platform yang lebar tidak memÂberikan fleksibilitas pada bagian kaki sehingga bisa menimbulkan ganguan pada tulang kaki,†katanya.
Begitu juga sepatu jenis pencil heels, sepatu ini cukup berbahaya karena si pemakai tidak memiliki naluri keseimÂbangan saat berdiri di atas hak tersebut.
“Hak yang sangat tipis akan meÂnyeÂbabkan masalah pada kaki, punggung dan lutut. Sementara hak yang lebih tebal tidak akan begitu menekan pada jari-jari kaki, sehingga memungkinkan lebih baÂnyak keseimbangan,†jelasnya.
Sedangkan sepatu dengan tinggi di atas 7,5 cm bisa menyebabkan cedera saat digunakan. Semakin tinggi haknya, artinya semakin kurang keseimbangan dalam berjalan.
“Untuk wanita hamil diminta untuk tidak memakai sepatu hak tinggi saat beraktivitas karena bisa mengÂganggu kondisi janin di dalam peÂrut,†warning Gatot.
Selain menghindari sepatu hak tinggi, Gatot menyarankan untuk menjaga asupÂan kalsium tulang dengan makanan yang sehat. Misalnya, rajin menjemur badan saat matahari pagi dan sore
“Sinar matahari di pagi hari dan sore menjelang magrib akan membantu peÂnyerapan kalsium tulang lebih kuat,†ujar Gatot.
Ketua Umum Persatuan Warga TuÂlang Sehat Indonesia (Perwatusi) AniÂta Errol Hutagalung menamÂbahÂkan, sinar maÂtahari merupakan asupan kalÂsium alami dan murah untuk memÂperkuat tulang.
“Sel pembentuk tulang sangat memÂbutuhkan kalsium salah satunya dari matahari,†jelas Anita.
Menurut dia, dalam memineralisasi tulang, sel osteoblas (sel pembentuk tuÂlang) membutuhkan kalsium sebagai bahan dasar dan hormon kalsitriol. KalÂsitriol berasal dari vitamin D3 kulit dan vitamin D2 yang berasal dari maÂkanan seperti mentega, margarine, telur, keju, dan ikan. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: