.Pola makan bisa dijadikan teÂrapi nutrisi bagi orang usia lanÂjut yang terancam malnutrisi. Hal itu dikatakan Konsultan Geriatri dari Fakultas KedokterÂan Universitas Indonesia- RuÂmah Sakit Cipto MangunkuÂsuÂmo (FKUI-RSCM) Nina KeÂmala Sari di Jakarta, Rabu (31/10).
â€Selain pola makan, peÂmeÂriksaan penapisan (skrining) malÂnutrisi pada usia lanjut menÂjadi sangat penting supaya usia lanjut bisa terhindar malnutrisi,†kata Nila.
Nina menyatakan, kasus malÂnutrisi bagi orang usia lanjut banyak terjadi di Indonesia. NaÂmun sayangnya, masalah ini kuÂrang mendapat perÂhatian serius dari pemerintah.
Oleh karena itu, Pakar Geriatri FKUI ini memberikan saran awal agar terhindar dari malnutrisi, yaitu banyak minum dan maÂkan. Pasalnya, kebanyakan orang usia lanjut sulit untuk diatur makan dan minum secara benar.
“Minum saja biasanya kalau belum haus, belum minum, itu salah,†tuturnya.
Menurutnya, minum air puÂtih tak perlu menunggu haus dan miÂnum harus rutin. Selain itu, usia lanjut juga harus mewasÂpaÂdai gejala-gejala yang akan meÂnunjukkan malnutrisi dengan melakukan penapisan (skrining).
“Kita harus teliti, adakah peruÂbahan berat badan secara drastis, atau adakah perubahan asupan makan? Teliti juga, adakah gejala gangguan saluran cerna pada kita,†katanya.
Untuk itu, Nina menekankan perlunya identifikasi malnutrisi pada orang usia lanjut. “Setelah penapisan, kemudian dicari peÂnyeÂbab malnutrisi dilanjutkan deÂngan terapi nutrisi, yakni pemÂberian nutrisi yang sesuai dengan kondisi tubuh,†tambahnya.
Proses penapisan, lanjut NiÂna, dilakukan secara regular tiga atau enam bulan sekali. Pasca penaÂpisan, kemudian dilakukan pengÂkajian, terapi nutrisi, dan diÂlanjutkan monitoring dan evaÂluasi.
Nina menyarankan, miÂnum air putih minimal delapan gelas air dalam sehari, wajib dilakukan. Minum itu berfungsi untuk menÂjaga hidrasi tubuh, sehingga menÂcegah penurunan metaÂboÂlisme serta menekankan konÂsumsi nutÂrien kalsium (Ca), Vit D dan B12.
“Kurangi makan daging meÂrah. SeÂbagai gantinya cobalah ikan dan perbanyak lemak serta protein nabati yang berasal dari kacang-kacangan, buah, sayur, dan menÂtega agar daya tubuh tetap sehat,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: