Benjolan Leher Bisa Picu Kanker Tiroid

Ganggu Metabolisme Tubuh

Jumat, 26 Oktober 2012, 08:19 WIB
Benjolan Leher Bisa Picu Kanker Tiroid
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Benjolan pada leher mesti diwaspadai. Bisa jadi itu penyakit kelenjar tiroid. Jika dibiarkan dapat menjadi kanker  yang berakibat fatal bagi kesehatan.

Gejala tiroid masih sulit dike­tahui penderita. Sehingga tak he­ran jika kondisinya sudah parah, baru penderita datang ke dokter. Kelenjar tiroid merupakan ke­len­jar yang terletak di leher ba­gian de­pan, yang menghasil­kan kum­pulan hormon penting yang di­sebut hormon tiroid. Saat meng­alami masalah, kelenjar tiroid bisa membesar dan me­nyebabkan kesulitan menelan.

Dokter dari Divisi Metabolime dan Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas In­do­nesia-Rumah Sakit Cipto Ma­ngun­kusumo (FKUI-RSCM) Pra­­dana Soewondo menjelaskan, gangguan pada kelenjar tiroid sering diabaikan penderita. Pa­dahal, jika terus dibiarkan, bisa mengakibatkan komplikasi yang membahayakan kehidupan dan penurunan kualitas hidup.

“Kelenjar tiroid sangat penting dan dibutuhkan oleh sel tubuh untuk menjaga metabolisme  baik lemak, protein maupun kar­bo­hidrat. Gangguan kelenjar tiroid akan mengganggu kerja sel tubuh secara menyeluruh,” jelas Pra­dana di acara seminar media yang ber­tajuk ‘Minimalkan efek sam­ping pada pengobatan kelainan ke­lenjar tiroid’ di Jakarta, Jumat (19/10).

Menurutnya, ada sekitar 300 juta orang penduduk dunia men­derita kelainan tiroid (gondok). Kelainan tiroid bisa disebabkan karena kekurangan yodium, in­feksi, atau penyakit autoimun, kanker tiroid dan lainnya. Na­mun, sebagian besar dari jumlah ter­sebut justru tidak menya­darinya.

Pada gangguan tiroid, seperti hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) bisa membuat meta­bo­lis­me tubuh menjadi lambat. Bah­kan, gangguan hipotiroid bisa membuat pergerakan jantung meningkat dan sulit tidur. Pen­derita juga tidak bisa menahan udara panas

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Untuk wanita, tiroid akan mengganggu siklus mens­truasi. Sebaliknya, pada pria cen­derung mengalami disfungsi ereksi maupun penurunan libido­nya. Gejala lain yang juga tampak adalah, bola mata yang membesar dan tampak menonjol keluar.

Untuk ibu hamil, tiroid  bisa mengganggu pertumbuhan otak janin, bahkan bayi yang dila­hir­kan bisa mengalami cacat fisik, seperti kretin (cebol).

“Kurangnya asupan hormon tir dalam tubuh wanita hamil akan turut mengganggu proses tum­­buh kembang janin. Hormon tiroid sangat bermanfaat mening­katkan pertumbuhan dan per­kem­ba­ngan kecerdasan janin,” jelasnya.

Sementara gangguan lain se­perti kelebihan hormon tiroid (Hipertiroid) adalah penyakit aki­bat dari proses inflamasi yang menyerang kelenjar tiroid, dalam hal ini aktivitas tiroid lalu meng­alami peningkatan.

Ahli penyakit dalam dari Divisi Metabolime dan Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Da­lam FKUI-RSCM Iman Subekti menambahkan, salah satu pe­nye­bab penyakit ini karena terdapat perubahan sifat sel-sel dalam ke­lenjar tiroid.

Perubahan tersebut, bisa ka­rena genetik, lingkungan, mau­pun dari dalam tubuh sendiri (en­dogen). Sistem imun da­lam ke­lenjar tiroid menjadi “bingung” dan meng­anggap sel-sel ter­se­but sebagai ben­da asing.

“Dengan ka­­ta lain, tu­buh justru me­nyerang selnya sendiri, yang dalam hal ini adalah tiroid. Kelainan ini sering terjadi pada wanita dan dapat me­nye­bab­kan hipertiroid mau­pun hipotiroid,” tutur­nya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA