.Benjolan pada leher mesti diwaspadai. Bisa jadi itu penyakit kelenjar tiroid. Jika dibiarkan dapat menjadi kanker yang berakibat fatal bagi kesehatan.
Gejala tiroid masih sulit dikeÂtahui penderita. Sehingga tak heÂran jika kondisinya sudah parah, baru penderita datang ke dokter. Kelenjar tiroid merupakan keÂlenÂjar yang terletak di leher baÂgian deÂpan, yang menghasilÂkan kumÂpulan hormon penting yang diÂsebut hormon tiroid. Saat mengÂalami masalah, kelenjar tiroid bisa membesar dan meÂnyebabkan kesulitan menelan.
Dokter dari Divisi Metabolime dan Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas InÂdoÂnesia-Rumah Sakit Cipto MaÂngunÂkusumo (FKUI-RSCM) PraÂÂdana Soewondo menjelaskan, gangguan pada kelenjar tiroid sering diabaikan penderita. PaÂdahal, jika terus dibiarkan, bisa mengakibatkan komplikasi yang membahayakan kehidupan dan penurunan kualitas hidup.
“Kelenjar tiroid sangat penting dan dibutuhkan oleh sel tubuh untuk menjaga metabolisme baik lemak, protein maupun karÂboÂhidrat. Gangguan kelenjar tiroid akan mengganggu kerja sel tubuh secara menyeluruh,†jelas PraÂdana di acara seminar media yang berÂtajuk ‘Minimalkan efek samÂping pada pengobatan kelainan keÂlenjar tiroid’ di Jakarta, Jumat (19/10).
Menurutnya, ada sekitar 300 juta orang penduduk dunia menÂderita kelainan tiroid (gondok). Kelainan tiroid bisa disebabkan karena kekurangan yodium, inÂfeksi, atau penyakit autoimun, kanker tiroid dan lainnya. NaÂmun, sebagian besar dari jumlah terÂsebut justru tidak menyaÂdarinya.
Pada gangguan tiroid, seperti hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) bisa membuat metaÂboÂlisÂme tubuh menjadi lambat. BahÂkan, gangguan hipotiroid bisa membuat pergerakan jantung meningkat dan sulit tidur. PenÂderita juga tidak bisa menahan udara panas
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Untuk wanita, tiroid akan mengganggu siklus mensÂtruasi. Sebaliknya, pada pria cenÂderung mengalami disfungsi ereksi maupun penurunan libidoÂnya. Gejala lain yang juga tampak adalah, bola mata yang membesar dan tampak menonjol keluar.
Untuk ibu hamil, tiroid bisa mengganggu pertumbuhan otak janin, bahkan bayi yang dilaÂhirÂkan bisa mengalami cacat fisik, seperti kretin (cebol).
“Kurangnya asupan hormon tir dalam tubuh wanita hamil akan turut mengganggu proses tumÂÂbuh kembang janin. Hormon tiroid sangat bermanfaat meningÂkatkan pertumbuhan dan perÂkemÂbaÂngan kecerdasan janin,†jelasnya.
Sementara gangguan lain seÂperti kelebihan hormon tiroid (Hipertiroid) adalah penyakit akiÂbat dari proses inflamasi yang menyerang kelenjar tiroid, dalam hal ini aktivitas tiroid lalu mengÂalami peningkatan.
Ahli penyakit dalam dari Divisi Metabolime dan Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit DaÂlam FKUI-RSCM Iman Subekti menambahkan, salah satu peÂnyeÂbab penyakit ini karena terdapat perubahan sifat sel-sel dalam keÂlenjar tiroid.
Perubahan tersebut, bisa kaÂrena genetik, lingkungan, mauÂpun dari dalam tubuh sendiri (enÂdogen). Sistem imun daÂlam keÂlenjar tiroid menjadi “bingung†dan mengÂanggap sel-sel terÂseÂbut sebagai benÂda asing.
“Dengan kaÂÂta lain, tuÂbuh justru meÂnyerang selnya sendiri, yang dalam hal ini adalah tiroid. Kelainan ini sering terjadi pada wanita dan dapat meÂnyeÂbabÂkan hipertiroid mauÂpun hipotiroid,†tuturÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: