“Pelayanan primer akan segera dibenahi agar masyarakat dapat berobat dengan murah dan aman dalam menjaga kesehatan,†janji Gede dalam acara dialog interÂaktif terkait Badan PeÂnyÂelengÂgara Jaminan Sosial (BPJS) daÂlam menopang pelayan primer di Jakarta, Selasa (26/6).
Pada 2014, pemerintah mengÂupayakan minimal 40 persen atau sekitar 96 juta orang terÂmiskin di Indonesia akan ter-coÂver perÂlinÂdungan kesehatan.
“Kalau sekarang baru 76,4 juÂta yang ditanggung oleh JamkesÂmas dan anggaran yang disiapÂkan Rp 700 miliar lebih, dan bisa terus naik hingga Rp 3 triliun. AngÂgaÂran ini akan digunakan unÂÂÂÂtuk peÂnguatan infrastruktur peÂÂlayanan kesehatan, seperti pemÂbaÂngunan puskesmas, ruÂmah sakit, penamÂbahan tempat tiÂÂdur dan lainnya,†paparnya.
Perusahaan asuransi milik neÂgara ini memiliki target untuk memÂprioritaskan satu bed untuk 1.000 pasien. “Sekarang baru ada 114 ribu bed, sedangkan ada 237 juta jiwa orang Indonesia. ArtiÂnya, maÂsih butuh 123 ribu bed,†jelasÂnya.
Ketua Bidang Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran TerÂpadu dari Pengurus Besar IkaÂtan Dokter Indonesia (IDI) Dr GaÂtot Soetono MPH mengaku, telah menyiapkan tenaga keseÂhatan yang siap melayani BPJS. Dalam setahun, ada sekira 5.000 dokter yang dicetak oleh 72 FaÂkulÂtas Kedokteran yang ada di selÂuruh Indonesia.
“Untuk mendukung kelancaran BPJS, dokter umum sebaiknya diberikan beasiswa, khususnya para dokter yang bertugas di daeÂrah tertinggal dan Indonesia timur, perbatasan dan kepulauan agar kualitas mereka tidak diraÂguÂkan. Para dokter harus ikut uji komÂpeÂtensi nasional untuk bisa menÂdaÂpatkan Surat Tanda ReÂgisÂtrasi untuk bisa praktik,†imbuh Gatot.
Para pakar keÂsehatan juga menÂdesak pemerintah meÂmasukkan pelayanan keseÂhaÂtan primer ke sistem pendidikan keÂdokÂteran. Sehingga dokter-dokter baru daÂpat terlatih sebagai dokter peÂlayanan kesehatan priÂmer di pusÂkesmas atau di klinik-kliÂnik.
“Dokter umum dan keluarga merupakan yang terpenting seÂbagai pelayanan kesehatan priÂmer dan pelayanan ini harus segera dibangun,†ujar Gatot. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: