Jika itu dibiarkan bisa meÂnyeÂbabkan nyeri pada usus, luka paÂda anus dan infeksi saluran kenÂcing yang membuat anak menÂjadi rewel. Sembelit meruÂpakan peÂnyakit perut yang meÂnyerang sisÂtem pencernaan pada bagian usus lantaran kurangnya maÂkaÂnÂan berÂserat tinggi dan air miÂneral seÂhingga sistem kerja usus menÂjadi terganggu.
DR Eva Jeumpa Soelaeman dari RS Harapan Kita mengaÂtakan, perubahan pola makan, perÂÂgantian ASI eksklusif ke maÂkanan pengganti umum menÂjadi penyebab anak terkena semÂbelit.
Dalam diskusi berÂtema “BeÂbasÂkan Anak Anda dari Konstipasi dengan Probiotik LacÂtobacillus Reuteri di Jakarta, Rabu (30/5), Eva mengatakan, ada dua peÂnyebab anak terkena sembelit. Pertama, adanya kelainan fungÂsional dan organik.
“Apabila sembelit terjadi terus menerus, itu artinya ada kelainan pada usus, anus, maupun saraf usus. Jika itu yang terjadi, anak menderita kelainan organik dan harus segera diobati,†jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, sembelit juÂga disebabkan adanya kelainan fungsional. Seperti perubahan poÂla makan, diet kurang serat, bakÂteri dalam usus yang tidak seÂimbang, posisi buang air besar (BAB) yang salah, motilitas usus terganggu sampai obat-obatan.
“Yang sering terjadi pada anak biasanya akibat perubahan pola maÂkan. Pergantian ASI eksklusif ke makanan pengganti ASI diÂnilai tidak mengandung cukup serat seÂhingga pencernaan anak sulit beradaptasi,†imbuhnya.
Menurut Eva, penyakit sembeÂlit sangat berbahaya bagi perÂtumÂbuhan anak. Jika dibiarkan bisa menyebabkan nyeri dan luÂka paÂda anus. Bahkan, penyakit ini bisa membuat anak trauma buang air besar dan lebih memiÂlih menaÂhannya.
“Bahaya lainnya, anak bisa terkena infeksi saluran kencing, suka mengompol dan cepirit tanÂÂpa terasa karena tekanan kotoran yang membusuk dalam perut, keluarnya sebagian atau seluruh dinding rektum sampai berbagai sindrom penyakit lain seperti feses yang mengandung lemak,†terang Eva.
Staf Departemen Ilmu Gizi FaÂkultas Kedokteran UniversiÂtas Indonesia (FK-UI) RSCM dr Sri Sukmaniah mengatakan, asupan ASI dapat mencegah terkena semÂbelit pada anak.
“Dalam kandungan ASI terÂdapat probiotik yang dapat memÂberi perlindungan pada saluran cerna anak untuk terhinÂdar terÂkena sembelit. Setiap probiotik memiliki fungsi senÂdiri, naÂmun secara umum proÂbiotik yang terÂkandung pada ASI memÂberi perÂlindungan paÂda saluran cerna bayi dari pat0Âhogen yang berasal dari makaÂnan dan lingÂkungan,†ujar Sri
Sri mengatakan, salah satu proÂbiotik yang terkandung dalam ASI adalah lactobacillus reuteri. MenuÂrut sebuah penelitian tenÂtang proÂbiotik pada 2010, kata Sri, lactobacillus reuteri dapat meÂnuÂrunkan risiko konstipasi fungsioÂnal pada bayi dengan meningÂkatkan frekuÂenÂsi buang air besar.
“Probiotik lactobacillus reuteri menfermentasi karbohidrat yang tidak tercerna dalam usus besar dengan menghasilkan suasana asam yang dapat memperbaiki motilitas (daya gerak) usus seÂhingga dapat meningkatkan geÂrakan peristalsis usus yang memÂbantu pengeluaran feses dengan lancar,†kata Sri.
Karena itu, lanjut Sri, penting bagi ibu memberikan ASI pada anak. “Usahakan ibu memÂperÂbaÂnyak makanan berserat sehingga ASI yang dihasilkan menganÂdung kandungan lactobacillus reuteri yang banyak untuk meÂnguÂrangi konstipasi pada anak,†ujar Sri. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: