Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

BAB Terganggu Bisa Timbulkan Kanker Pencernaan

Jumat, 08 Juni 2012, 08:05 WIB
BAB Terganggu Bisa Timbulkan Kanker Pencernaan
ilustrasi/ist
RMOL.Staf Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) RSCM dr Sri Sukmaniah mengungkapkan, beberapa gejala yang perlu di­waspadai orangtua terhadap penyakit sembelit pada anak. Se­perti, frekuensi BAB yang ja­rang, tinja yang besar dan keras, sakit saat BAB dan mengejan.

“Untuk bayi normal yang baru lahir dalam sehari bisa BAB se­banyak lima kali. Usia dua bulan, frekuensinya menurun menjadi dua kali per hari. Meng­injak usia empat tahun, menjadi satu kali per hari. Namun jika anak tidak BAB sesuai frekuensi normal, dapat dikatakan men­derita sem­belit,” terang dr Sri.

Ia menyarankan agar ibu mem­­be­rikan ASI secara eksklusif se­lama dua tahun karena itu akan mem­buat sistem pencernaan terjaga dengan baik, sehingga feses nya akan lebih lunak dan mem­buat  frekuensi BAB se­kitar 2-3 kali sehari serta anak akan me­­miliki mikroflora usus yang cenderung baik.

“Lactobacillus reuteri yang terdapat pada ASI akan mem­fermentasi karbohidrat laktosa yang tidak tercerna dalam usus besar untuk menghasilkan su­asana asam yang dapat mem­bantu usus mengeluarkan feses,” jelas dr Sri.

Namun saat bayi melewati usia enam bulan dan mulai mendapat makanan pedamping ASI, bia­sanya anak rentan terkena sem­belit akibat perubahan pola ma­kan yang daya seratnya tinggi menjadi rendah.

“Upayakan untuk memberikan makanan pengganti ASI yang me­ngandung cukup banyak serat, air dan probiotik supaya pen­cernaan anak lancar dan terhin­dar dari sembelit,” kata Sri

Lantas makanan apa saja yang baik untuk mencegah terkena sem­belit pada anak usia di atas enam bulan? Dr Sri mengatakan, di usia enam bulan bisa diberi­kan jus buah-buahan  tanpa gula, pure wortel, pure pisang-straw­berry dan bubur susu.

Sedangkan di usia 8-10 bulan, bisa diberikan makanan yang lebih padat, seperti pudding roti-apel, sereal, atau bubur sereal. Dan saat usia 10-12 bulan, anak bisa mulai dikenalkan dengan makanan keluarga seperti mie de­ngan tauge, cake atau yo­gurt.

”Dengan asupan serat yang teratur, maka pencernaan anak akan terjaga dari bahaya sem­belit,” terangnya.

Spesialis saluran cerna dari RSCM Dr Chudahman Manan mengatakan, masalah sembelit atau susah buang air besar jangan dianggap sepele. Banyak orang menganggap sembelit hanyalah masalah saluran cerna biasa dan tidak membahayakan. Padahal, jika Anda memiliki masalah BAB yang berkepanjangan bisa me­micu timbulnya komplikasi.

“Adanya penurunan berat ba­dan secara drastis, perubahan po­la buang air besar (defekasi), pen­darahan melalui anus dan sering menderita kram perut saat terasa ingin buang air besar ada­lah hal yang perlu Anda waspa­dai,” kata Dr Chudahman.

Menurut Chudahman, sembelit bisa menurunkan berat badan drastis 15 kg selama 1 bulan aki­bat sulitnya BAB dan itu bisa men­­jadi pertanda gejala tumor atau kanker di saluran pencer­naan.

Jika masalah BAB melanda dengan gejala tanda bahaya terus timbul selama 12 minggu dan tak bisa di atasi dengan obat pen­cahar, segara konsultasikan de­ngan dokter.

“Gejala awal yang mesti Anda waspadai adalah jika frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam se­minggu atau kesulitan BAB aki­bat feses yang keras,” warning Chudahman. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA