“Untuk bayi normal yang baru lahir dalam sehari bisa BAB seÂbanyak lima kali. Usia dua bulan, frekuensinya menurun menjadi dua kali per hari. MengÂinjak usia empat tahun, menjadi satu kali per hari. Namun jika anak tidak BAB sesuai frekuensi normal, dapat dikatakan menÂderita semÂbelit,†terang dr Sri.
Ia menyarankan agar ibu memÂÂbeÂrikan ASI secara eksklusif seÂlama dua tahun karena itu akan memÂbuat sistem pencernaan terjaga dengan baik, sehingga feses nya akan lebih lunak dan memÂbuat frekuensi BAB seÂkitar 2-3 kali sehari serta anak akan meÂÂmiliki mikroflora usus yang cenderung baik.
“Lactobacillus reuteri yang terdapat pada ASI akan memÂfermentasi karbohidrat laktosa yang tidak tercerna dalam usus besar untuk menghasilkan suÂasana asam yang dapat memÂbantu usus mengeluarkan feses,†jelas dr Sri.
Namun saat bayi melewati usia enam bulan dan mulai mendapat makanan pedamping ASI, biaÂsanya anak rentan terkena semÂbelit akibat perubahan pola maÂkan yang daya seratnya tinggi menjadi rendah.
“Upayakan untuk memberikan makanan pengganti ASI yang meÂngandung cukup banyak serat, air dan probiotik supaya penÂcernaan anak lancar dan terhinÂdar dari sembelit,†kata Sri
Lantas makanan apa saja yang baik untuk mencegah terkena semÂbelit pada anak usia di atas enam bulan? Dr Sri mengatakan, di usia enam bulan bisa diberiÂkan jus buah-buahan tanpa gula, pure wortel, pure pisang-strawÂberry dan bubur susu.
Sedangkan di usia 8-10 bulan, bisa diberikan makanan yang lebih padat, seperti pudding roti-apel, sereal, atau bubur sereal. Dan saat usia 10-12 bulan, anak bisa mulai dikenalkan dengan makanan keluarga seperti mie deÂngan tauge, cake atau yoÂgurt.
â€Dengan asupan serat yang teratur, maka pencernaan anak akan terjaga dari bahaya semÂbelit,†terangnya.
Spesialis saluran cerna dari RSCM Dr Chudahman Manan mengatakan, masalah sembelit atau susah buang air besar jangan dianggap sepele. Banyak orang menganggap sembelit hanyalah masalah saluran cerna biasa dan tidak membahayakan. Padahal, jika Anda memiliki masalah BAB yang berkepanjangan bisa meÂmicu timbulnya komplikasi.
“Adanya penurunan berat baÂdan secara drastis, perubahan poÂla buang air besar (defekasi), penÂdarahan melalui anus dan sering menderita kram perut saat terasa ingin buang air besar adaÂlah hal yang perlu Anda waspaÂdai,†kata Dr Chudahman.
Menurut Chudahman, sembelit bisa menurunkan berat badan drastis 15 kg selama 1 bulan akiÂbat sulitnya BAB dan itu bisa menÂÂjadi pertanda gejala tumor atau kanker di saluran pencerÂnaan.
Jika masalah BAB melanda dengan gejala tanda bahaya terus timbul selama 12 minggu dan tak bisa di atasi dengan obat penÂcahar, segara konsultasikan deÂngan dokter.
“Gejala awal yang mesti Anda waspadai adalah jika frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seÂminggu atau kesulitan BAB akiÂbat feses yang keras,†warning Chudahman. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: