Demikian disampaikan ahli peÂnyakit dalam sekaligus guru beÂsar dari Fakultas Kedokteran UniÂversitas Indonesia Prof dr H Ali Sulaiman dalam diskusi meÂdia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Aktivitas pria di luar lebih baÂnyak dibandingkan wanita, seÂhingÂga pria lebih retan terkena kanker hati. Perbandingannya seÂkitar tiga banding satu sampai enam banding satu dan biasanya terjadi pada pasien di usia 40 sampai 50 tahun,†ujarnya.
Kata Ali, ada beberapa fakÂtor yang bisa memicu dan meÂnyeÂbabkan pria lebih riskan terÂkena kanker hati. Di antaranya perbeÂdaan hormonal dan ekspoÂsur.
“Selain banyak melakukan aktiÂvitas di luar, infeksi virus hepatitis B dan C yang diduga penyebab utaÂÂma kanker hati ternyata lebih baÂnyak ditemui pada pria,†ujarnya.
Namun, lanjut Ali, sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mengaÂpa laki-laki lebih banyak menÂdeÂrita penyakit kanÂker hati dibanÂding wanita, bahÂkan bisa sampai tiga kali lipatnya.
Ketua Umum Yayasan Kanker InÂdonesia (YKI) Prof Dr dr Nila Moeloek SpM (K) menÂjeÂlaskan, kanker hati atau HepoÂtema meÂrupakan suatu proÂses kegaÂnasan pada organ hati, baik primer mauÂpun sekunder. Pada kanÂker hati primer, artinya sel-sel kanker mulai tumbuh dari sel hati itu sendiri yang selanÂjutÂnya bisa menyebar dan merusak orÂgan lain.
“Sedangkan pada kanker hati seÂkunder, disebabkan adaÂnya proses penyebaran kanker dari tempat lain. Misalnya dari kanker saluran pencernaan, kanÂker paru, kanker payudara dan lainnya,†katanya.
Di Indonesia, imbuh Nila, sebagian besar pasien kanker hati terdiagnosis pada stadium meÂnengah hingga lanjut. Hal ini diÂkarenakan gejala jarang munÂcul pada stadium awal.
Adapun gejala kanker hati yang dirasakan oleh penderita, di antaranya timbul rasa nyeri dan benjolan di perut kanan atas, kembung, nafsu makan turun, perut terasa penuh, berat badan turun drastis, badan lesu, mual dan muntah, kulit dan mata berÂwarna kuning, tinja berwarna puÂcat dan air seni berwarna gelap.
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas KeÂdokÂteran Universitas Indonesia (UI) Prof Laurentius A Lesmana meÂnamÂbahkan, faktor kegemukan, genetik dan resistensi insulin bisa menyebabkan penumpukan leÂmak di hati serta bisa menjadi siÂroÂsis atau pengerasan hati.
“Maka sangat diperlukan, gaÂya hidup sehat, seperti olahraga dan makan makanan bergizi daÂlam jumlah cukup, tidak berÂlebihan, setidaknya bisa menceÂgah kanker hati,†jelas Lesmana.
Menurut data yang diÂhimÂpunÂnya di RS Medistra pada 2010, kanÂker hati disebabkan virus hepatitis B 43,7 persen, virus heÂpatitis C 26,2 persen dan bukan oleh virus 30,2 persen. “Bukan hanya virus yang bisa menyeÂbabkan penyaÂkit kanker hati. Pola hidup tidak sehat juga turut andil meÂmÂperÂparah konÂdisi penderita kanker hati,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: