Terapi Sorafenib ini diklaim dapat meningkatkan tingkat keÂselamatan penderita kanker sebaÂnyak 47 persen.†YKI berupaya membantu meringankan beban ekoÂnomi pasien yang kurang mampu secara finansial dalam mengobati kanker hati,†ungkap Ketua Umum YKI Prof Dr Nila Moeloek SpM (K) dalam diskusi media di Jakarta.
Menurut Nila, terapi ini meruÂpaÂkan wujud dari kolaborasi aÂnÂtara pemerintah, ahli kanker, peÂrusahaan farmasi, yakni Bayer Indonesia dan kelompok advoÂkasi, guna meringankan beban pasien kanker hati di Indonesia.
“Semua ini dilakukan demi menjaga harapan hidup pasien kanker hati. Karena selama ini, penyakit kanker sangat memÂpeÂngaruhi kehidupan pasien baik secara materil maupun non maÂteril,†jelas Nila.
Ia menjelaskan, Sorafenib mÂeÂruÂpakan terapi oral dengan sasaran sel tumor dan sistem pendarahan tumor untuk dikonÂsumsi dalam jangka panjang. Selain mengoÂbati kanker hati staÂdium lanjut, terapi ini juga diÂguÂnaÂkan untuk kanker ginjal staÂdium lanjut.
Terapi ini telah disetujui lebih dari 40 negara bagi pengobatan penderita kanker hati yang tidak dapat di operasi dan lebih dari 70 negara untuk pengobatan penÂdeÂrita kanker ginjal stadium lanjut.
Di beberapa negara Asia TengÂgara, seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand telah memasukkan terapi target untuk HepatoÂcelluÂlar Carcinoma (HCC) ke dalam daftar penyakit yang pemÂbiaÂyaÂannya dibantu Negara melalui berbagai sistem.
Sorafenib, kata dia, sudah menÂjadi sistem standar untuk terapi kanker hati stadium lanjut. Obat ini adalah salahsatu terapi yang telah menunjukkan adanya peÂningÂkatan survival rate bagi para penderita kanker hati di dunia.
Kemampuan Sorafenib memÂperpanjang harapan hidup, dapat dilihat dari hasil berbagai riset antara lain penelitian internaÂsional SHARP fase ketiga yang dilakuÂkan pada pasien kanker hati di AS, Eropa dan Australia meÂnunjukÂkan, Sorafenib secara signifikan mÂeÂningkatkan kualitas kelangsuÂngan hidup sebesar 44 persen.
Sementara di Indonesia, menuÂrut Nila, sebagian besar pasien kanker hati masih harus meÂnangÂgung sendiri biaya pengoÂbaÂtanÂnya.
“Beberapa jenis kanker lainÂnya, seperti kanker paru-paru, paÂyudara, ovarium, serviks, nasoÂfaring dan lainnya sudah menÂdaÂpat bantuan dari pemerintah, sedangkan kanker hati belum,†tutur Nila. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: