Hal itu nampak jelas dalam pernyataan Wakil Ketua KPK, Saud Situmorang. Ia mengaku ingin Indonesia nantinya seperti negara Georgia yang saat ini semua aparatur pemerintah maupun keamanannya sudah tak lagi melakukan aksi korupsi.
"Georgia polisinya sekarang baik banget. Ga seperti dulu lagi polisinya. Saya telusuri, ternyata disana polisi Georgia gajinya dinaikin sampai 70 kali lipat. Saya ingin Indonesia seperti itu. Tapi kan uangnya dari mana kita. Ga ada. Makanya sekarang kita lagi ngejar kasus-kasus di perpajakan dan di sumber daya alam," katanya dalam sebuah diskusi di Kantor KPK lama, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/11).
Membongkar praktik korupsi di bidang sumber daya alam menurut dia patut dilakukan, karena pada dasarnya di sektor itu telah terjadi banyak kecurangan.
"Sumber daya alam kita, bayangin, ribuan usaha sumber daya alam sekarang ga punya NPWP, ga pernah bayar pajak. Izinnya itu tumpang tindih, yang harusnya disini malah disini," jelasnya.
Diperkirakan Saud dari kecurangan itu, ada kerugian negara yang bisa dibilang sangat besar. Dengan memberantas korupsi disektor sumber daya alam, dia meyakini KPK akan menyelamatkan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah.
"Ada Rp 2000 triliun mungkin bisa didapatkan dari sana," ungkapnya.
Saud yakin bahwa dengan uang sebanyak itu, nantinya negara akan berkecukupan duit untuk menggaji aparatur dan pejabat dengan layak.
"Sekarang kepala daerah seperti Bupati
kan gajinya cuma Rp 7 juta per bulan. Coba bayangkan," imbuhnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: