Video singkat itu menggambarkan massa umat Islam yang bereaksi karena ditahan oleh pihak Kepolisian tidak boleh melanjutkan perjalanan.
Kejadiannya malam atau dini hari di pinggir jalan depan ruko-ruko. Tidak jelas dimana posisinya. Tapi di awal video ini seperti terdengar kata Cirebon.
"Cirebon ini ya," kata seorang anggota polisi.
Massa kemudian mencecar petugas polisi yang menjegat tersebut alasan mereka ditahan.
"Kami hanya minta penjelasan kenapa kami ditahan," begitu terdengar suara.
Mereka semakin kesal karena aparat tersebut tak mau menjelaskan.
"Silakan ngomong Pak. Kenapa kami ditahan. Sekarang bapak menahan kami mestinya bisa menjelaskan. Itu yang dari tadi kami minta. Nanti-nanti aja gimana," timpal yang lain lain lagi.
"Benar-benar polisi ini tidak melindungi rakyat. Benar-benar Polri ini mendukung Ahok," cecar yang lain.
"Bapak ini kan petugas. Tidak usah nunggu nanti pimpinan. Orang yang menghentikan Bapak."
"Kalau mau ditahan, pakai surat penahanan. Resmi lah," sergah yang lain lagi.
Petugas polisi tersebut lalu terlihat pergi sambil menelpon. Hal ini membuat massa semakin bersuara keras.
"Tolong yang bisa menjelaskan, ke sini polisinya. Jelaskan."
Saat dia menyatakan demikian Video menunjukkan gambar dua polisi yang sedang duduk di depan ruko. Tapi tak ada juga yang menjawab.
Mereka terus mengungkapkan kekesalan.
"Ini hak asasi manusia yang dikerangkeng sama polisi. Kenapa tidak berpihak kepada rakyat. Katanya mengayomi, katanya melindungi. Mana buktinya."
"Melayani sepenuh hati seperti ini bagi polisi ya. Ditanya tidak mau menjawab," sindir yang lain.
Tak jelas kapan video tersebut diambil. Kuat dugaan, mereka akan ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Simpatik 55 hari ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: