Menurut pakar politik, Siti Zuhro, Ahok menyatakan demikian terbawa dugaan semata. Karena sebelumnya, Presiden Jokowi menuding unjuk rasa Aksi Bela Islam IV Jumat pekan lalu ditunggangi aktor politik.
"Menurut saya dia terbawa oleh dugaan. Bahwa seperti yang disampaikan Pak Jokowi ada yang menunggangi. Dia tinggal menggarisbawahi saja, yang menunggai itu mau apa, oo mau ke Istana," jelas Siti dalam perbincangan dengan
Kantor Berita Politik RMOL siang ini.
Apalagi belakangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan dan Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan penghasutan dan upaya makar saat berorasi di depan Istana dalam aksi besar-besaran tersebut.
Menurut peneliti LIPI ini, perpolitikan ini semakin riuh karena tersumbatnya saluran komunikasi antara rakyat dengan pemimpinnya. Dia menjelaskan rakyat turun ke jalan karena merasa tak didengarkan dan adanya perlakuan tidak adil dalam proses hukum.
"Bukannya dikanalisasi atau direspons, malah muncul isu baru ada yang menunggangi. Akhirnya saling curiga, lapor-melapor. Ini yang membuat politik Indonesia semakin hiruk-pikuk," tandasnya.
Sinyalemen Ahok tersebut disampaikan sesaat lalu di Jakarta, seperti dikutip dari sebuah media.
"Akan ada demo terus. Presiden bisa diturunkan. Ini (unjuk rasa) bisa jadi tidak terkendali ini, Jakarta ini. Orang akan datangi Jakarta terus menerus, berhari-hari, (situasi) makin kacau," ucap Ahok.
[zul]
BERITA TERKAIT: