Pertemuan antara Haris Azhar dan mendiang Freddy Budiman terjadi di Lapas Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sejak tim bekerja, mereka telah melihat hasil rekaman CCTV saat Haris Azhar menemui Freddy sekaligus berbincang di Lapas Nusa Kambangan.
"Setelah disaksikan dengan seksama, tidak ditemukan sama sekali pernyataan mengenai adanya aliran dana dalam metode apapun yang diberikan oleh Freddy Budiman kepada pejabat tertentu di Mabes Polri," kata anggota TPFG, Poengky Indarti, saat konferensi pers di Gedung PTIK-STIK, Jakarta Selatan, Kamis (15/9).
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu juga menerangkan bahwa TPFG tidak menemukan kesesuaian keterangan Freddy Budiman kepada Haris Azhar dengan temuan-temuan yang didapat dari kuasa hukum Freddy Budiman.
"Menurut mereka (kuasa hukum Freddy) ternyata tidak ada cerita mengenai aliran dana, dalam metode apapun yang diberikan Freddy Budiman kepada pejabat tertentu di Mabes Polri," jelas Poengky.
Poengky menegaskan, isi pledoi lebih bernada permintaan maaf dan penyesalan Freddy Budiman. Secara keseluruhan pledoinya bersifat normatif pembelaan di persidangan.
Tim pencari fakta juga menelusuri pernyataan Haris Azhar soal pencopotan CCTV. Namun, hingga tim berkunjung ke Lapas masih terpasang CCTV yang menyorot kamar yang pernah dihuni Freddy Budiman. Tim Juga melakukan inspeksi ke ruang Kepala LP Batu.
"CCTV masih terpasang. Kami juga bertemu Pak Sitinjak mantan Kalapas Batu," jelasnya.
Disinggung soal video yang dibuat oleh keluarga Freddy Budiman serta sebuah surat wasiat yang diberikan kepada keluarga. Poengky memastikan Tim belum berhasil memperoleh dokumen tersebut sampai masa kerja berakhir.
[ald]