Kesempatan itu rupanya juga menjadi ajang curhat antara Anang dan anak buahnya. Anang mengatakan, hal semacam ini sudah menjadi rutinitas setiap pagi.
"Ada di waktu
coffe morning, dan rapat evaluasi," sebut Anang.
Biasanya yang dibahas masalah kesejahteraan dan kesehatan. Menurutnya dua hal itu tak terpisahkan. Sehat juga bagian dari kesejahteraan.
"Pokoknya jangan lupa olahraga," pesan Anang.
Anang melanjutkan, menjadi kabareskrim, perannya tidak semata pimpinan tapi juga konsuler yang tugasnya menaikkan kemampuan personil, meningkatkan keteladan, kebugaran, dan kesejahteraan.
Mantan Kepala BNN itu mempunyai filosofi, anak buah seyogyanya dirangkul.
"Kalau dia nakal dipotes (sembari mencontohkan menjitak). Tapi tetap harus dirangkul, nggak boleh lepas," ungkapnya.
Lantas curhatan apa saja yang sering dilontarkan anak buahnya?
"Ada yang tanya soal bagaimana pangkatnya, saya maklumi itu, karena pangkat adalah kehormatan. Kalau curhat soal duit jarang, paling curhat soal keluarga," bebernya.
Ia seringkali berpesan ke anak buahnya untuk senantiasa membentengi diri dengan membangun keteladanan.
"Membangun kepemimpinan dirinya sendiri. Harus sederhana, jujur, teladan dan bersemangat dalan tugasnya," tegasnya.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: