Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu anjlok 4,55 persen dalam sepekan ke level 5.896, dari posisi 6.177 pada penutupan pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, pelemahan IHSG turut menggerus nilai kapitalisasi pasar BEI.
"Kapitalisasi pasar BEI juga ditutup berubah yaitu sebesar 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangannya pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Tekanan di pasar saham juga tercermin dari menurunnya aktivitas transaksi. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 22,95 persen menjadi 1,73 juta kali transaksi, dibandingkan 2,24 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang merosot 26,01 persen menjadi 25,18 miliar saham dari 34,03 miliar saham.
Sementara rata-rata nilai transaksi harian terkoreksi 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun, dibandingkan Rp24,80 triliun pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell). Sepanjang pekan, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp537,25 miliar.
"Adapun investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp537,25 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,681 triliun," ujar Kautsar.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: