Mahasiswa Gelar Doa Bersama untuk Hakim Sarpin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 13 Februari 2015, 21:15 WIB
Mahasiswa Gelar Doa Bersama untuk Hakim Sarpin
sarpin rizaldi/net
rmol news logo Gerakan Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi atau Gempur KPK, berencana bertahan menginap malam ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk melakukan aksi doa bersama.

Doa bersama mahasiswa adalah bentuk dukungan kepada hakim yang menangani praperadilan Komjen Budi Gunawan terhadap KPK, Sarpin Rizaldi.

Mahasiswa berharap sang hakim mengabulkan gugatan yang diajukan pihak calon Kapolri tersangka kasus gratifikasi itu.

Koordinator lapangan Gempur KPK, Andi Kurnia, menegaskan, hakim wajib mengabulkan praperadilan yang diajukan Komjen Budi Gunawan sesuai ketentuan pasal 77 KUHAP.

"Kami meminta kepada hakim dalam conditio sine quanon untuk menggunakan hati nuraninya, dalam rangka mengembalikan situasi hukum yang gaduh ini, dengan memutuskan menerima gugatan praperadilan yang diajukan oleh Komjen Budi Gunawan," kata Andi di depan PN Jaksel, Jakarta, Jumat (13/2).

Seperti yang dibertakan kantor berita ini kemarin, mahasiswa dari berbagai kampus ini juga memberikan kura-kura sebagai simbol lambannya hakim dalam memutuskan perkara tersebut.

Massa tetap mendesak agar pengadilan segera merehabilitasi nama baik Komjen Budi Gunawan melalui putusannya sehingga haknya sebagai Kapolri terpilih di DPR dapat segera dilantik.

"Kami juga meminta hakim jika terdapat kondisi lain dalam fakta persidangan guna menggali hukum agar menjadi yurisprudensi bagi kondisi politik hukum Indonesia nantinya," kata Andi.

Lebih lanjut kelompok mahasiswa ini juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan proses konstitusional terkait penetapan Komjen Budi Gunawan.

Mereka yakin langkah KPK menetapkan Budi Gunawan menjadi tersangka sehari setelah diajukan oleh presiden sebagai calon tunggal kapolri serta sehari sebelum ditetapkan oleh DPR RI sebagai Kapolri adalah sarat politis.

"Komisioner KPK tidak kompeten dan tidak paham sistem koordinasi sesama lembaga negara, juga terkesan ingin adu kuat dengan lembaga negara lainnya," demikian Andi. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA