Nisa adalah anggota DPR RI 2009-2014 dari Partai Golkar. Kalau tak diciduk KPK, rencananya dia kembali nyalon dari daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Saya terus terang, tidak benar saya mengalihkan seluruh suara (ke Chairun Nisa sebagai imbal balik)," kata Hambit saat diberikan kesempatan menanggapi kesaksian Rusli oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta (Kamis, 6/2).
Sebagai kader PDI Perjuangan, tekan Hambit, tak mungkin dirinya sanggup mengalihkan suara ke Partai Golkar dan mendukung Nisa. Karenanya, dia menekankan bahwa kompensasi suara ke Nisa jika berhasil melobi Akil Mochtar sangatlah tidak benar.
"Saya kan Ketua Partai PDIP, dipecat sistem PDIP itu kalau berani mengalihkan suara. Itu kan suara rakyat, pemilihan langsung, jangan pun untuk partai lain, untuk PDIP saja tidak gampang," tekan dia.
Kendati demikian, dalam kesempatan ini Hambit membenarkan pernah secara tak langsung meminta bantuan Nisa untuk penggalangan suara di Kabupaten Gunung Mas. Hal itu diungkapkan Nisa dalam pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta beberapa waktu silam.
"Ibu Nisa bilang, 'di sana masih kosong, ada rencana mau Musdalub'. Saya bilang 'jangan, di sana keluarga dekat saya juga, nggak enak cuma gara-gara politik ini. Kalau bisa saya bantu, ya saya bantu'," kenang Hambit.
[dem]
BERITA TERKAIT: