Jurubicara KPK Johan Budi SP yang dikonfirmasi soal itu mengaku tak mengetahui keberadaan mobil-mobil itu.
"Saya tidak tahu keberadaannya," aku Johan saat dikonfirmasi dalam keterangan persnya beberapa saat tadi, Senin (27/1).
Ia membantah bahwa KPK kecolongan lantaran mobil-mobil itu sudah tak lagi berada di kediaman Wawan. Sejauh ini, kata Johan, belasan mobil tersebut belum terindikasi dengan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan Wawan.
"Yang disampaikan ke saya (oleh penyidik) masih dilakukan penelusuran (apakah berkaitan dengan TPPU)," terang Johan.
Saat disinggung apakah KPK tidak takut kalau belasan mobil mewah milik Wawan itu sudah berpindah tangan, Johan menampiknya.
"Itu pasti sudah diantisipasi penyidik. Tapi penyitaan itu tergantung tadi, kesimpulan apakah berkaitan dengan TPK dan TPPU TCW," terangnya.
KPK sendiri sejauh ini tengah menelusuri 100 lebih item aset yang diduga milik Wawan. Aset itu berupa tanah, bangunan dan harta bergerak maupun tak bergerak. Aset-aset itu tersebar di sejumlah daerah, seperti di Bali, Jawa, Banten, dan DKI Jakarta.
"Tapi sejauh ini masih ditelusuri, belum ada yang disita," demikian bekas jurnalis Investigasi salah satu harian nasional ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: