Jepang Hadapi Ledakan Lansia, Jumlah Warga Usia 100 Tahun Tembus 100 Ribu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 15 September 2026, 15:28 WIB
Jepang Hadapi Ledakan Lansia, Jumlah Warga Usia 100 Tahun Tembus 100 Ribu
Representative Image (Foto: AI)
Kecil Besar
rmol news logo Jepang menghadapi tantangan demografi yang semakin nyata. 

Di tengah penurunan jumlah penduduk yang telah berlangsung selama beberapa dekade, jumlah warga berusia 100 tahun atau lebih justru terus bertambah hungga menembus angka 100 ribu. 

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menyebut populasi warga berusia 100 tahun atau lebih mencapai 107.677 orang pada September, naik hampir 8.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut sekaligus menjadi rekor baru dan menandai kenaikan jumlah centenarian selama 56 tahun berturut-turut. 

Dari total tersebut, sebanyak 94.298 orang atau 88 persen merupakan perempuan.

Menteri Kesehatan Kenichiro Ueno merespons positif capaian tersebut. Dia menilai banyaknya warga yang mampu bertahan hidup hingga usia lanjut menunjukkan kondisi kesehatan dan keaktifan masyarakat Jepang yang semakin baik.

“Saya sangat senang bahwa begitu banyak orang tetap aktif dan sehat selama ini," ujarnya dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Jepang secara konsisten masuk dalam jajaran negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Berdasarkan data Bank Dunia, rata-rata harapan hidup masyarakat Jepang mencapai 84 tahun pada 2024, sementara di Amerika Serikat berada pada angka 79 tahun.

Sejumlah ilmuwan mengaitkan panjangnya usia hidup masyarakat Jepang dengan pola makan yang sehat serta sistem layanan kesehatan yang maju. 

Sebagian masyarakat juga menjalani filosofi ikigai, yang mendorong individu menemukan nilai dan kebahagiaan dalam kehidupan.

Namun, meningkatnya jumlah warga lanjut usia juga memberikan tekanan terhadap perekonomian Jepang. Biaya perawatan lansia terus meningkat di tengah menyusutnya angkatan kerja. 

Kondisi itu terjadi ketika populasi Jepang yang mencapai sekitar 123 juta jiwa terus menurun akibat tingkat kelahiran yang mencapai rekor terendah.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA