Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan kepada stasiun televisi Australia,
SBS.
Dikatakan bahwa pengerahan itu mencakup pesawat patroli maritim P-8, tim penjinak bahan peledak atau explosive ordnance disposal, serta kapal pendukung logistik.
"Kami sedang melakukan persiapan konkret untuk mengirimkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz," kata pejabat tersebut seperti dikutip
SBS, Jumat, 4 September 226.
Namun, Kantor Kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa Seoul belum mengambil keputusan final terkait pengerahan pasukan tersebut.
Seorang pejabat kepresidenan mengatakan bahwa kajian masih berlangsung dan Korea Selatan dapat berkontribusi dalam upaya global untuk memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz selama kontribusi tersebut tidak mengganggu kesiapan pertahanan negaranya.
"Korea Selatan mungkin dapat memberikan kontribusi militer pada upaya global untuk memastikan navigasi bebas melalui selat tersebut, sejauh kontribusi tersebut tidak membahayakan kesiapan pertahanannya, jika negara itu memutuskan untuk melakukannya," kata pejabat kepresidenan tersebut kepada kantor berita
Yonhap.
Rencana pengerahan juga belum sampai pada tahap meminta persetujuan parlemen.
Setiap pengerahan pasukan membutuhkan keputusan Dewan Keamanan Nasional, resolusi dalam rapat kabinet, serta persetujuan Majelis Nasional.
"Diskusi yang sedang berlangsung belum mencapai tahap meminta persetujuan parlemen dan belum ada keputusan akhir yang dibuat," tambah pejabat kepresidenan tersebut.
BERITA TERKAIT: