Anwar mengatakan dirinya telah mengirim surat resmi kepada Prabowo untuk meminta perhatian khusus terhadap investasi Felda, terutama terkait persoalan PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) yang saat ini masih berproses di pengadilan Indonesia.
Jika tidak segera ditangani, Felda berpotensi kehilangan hingga 2,5 miliar ringgit atau Rp10,9 triliun, sementara nilai yang diperkirakan dapat dipulihkan hanya sekitar 200 juta ringgit atau Rp876 miliar.
"Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo Subianto meminta beliau untuk menindaklanjuti masalah ini. Jika tidak ditangani, kita berpotensi kehilangan 2,5 miliar ringgit dan hanya dapat memulihkan 200 juta ringgit," kata Anwar dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Star, Minggu, 23 Agustus 2026.
Anwar mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu contoh buruknya pengelolaan investasi Felda pada masa lalu.
Dia mengungkapkan besarnya angka kerugian itu agar seluruh jajaran manajemen memahami skala persoalan yang harus diselesaikan sekaligus beratnya proses pemulihan yang tengah dilakukan.
"Saya ingin para manajer memahami betapa sulitnya pemulihan ini. Ini bukan masalah yang disebabkan oleh para manajer," ujarnya.
Felda melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd, membeli saham PT Eagle High Plantations Tbk pada Desember 2016 senilai 504,5 juta dolar AS atau sekitar Rp8,9 triliun.
Nilai transaksi tersebut kala itu menuai kritik karena dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham perusahaan.
Investasi Felda di Eagle High kemudian berkembang menjadi persoalan berkepanjangan dan kini turut berkaitan dengan proses hukum yang berlangsung di Indonesia.
BERITA TERKAIT: