Sikap keras disampaikan Anwar menyusul mencuatnya dugaan sejumlah warga Israel menyusup ke Malaysia dengan menggunakan dokumen kewarganegaraan ganda.
"Kami sedang menyelidiki. Kami tidak akan mengizinkannya. Jika memang ada, tindakan harus segera diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan langsung dideportasi karena kami tidak mengakui Israel," tegas Anwar dikutip dari
Malay Mail, Minggu, 19 Juli 2026.
Anwar mengatakan seluruh aparat keamanan dan lembaga terkait kini dikerahkan untuk mengusut tuntas laporan tersebut. Pemerintah, kata dia, tidak akan berkompromi terhadap siapa pun yang diduga melanggar kebijakan Malaysia yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Menurut Anwar, penyelidikan masih berlangsung dan kementerian terkait akan memberikan penjelasan resmi setelah proses pemeriksaan rampung.
"Semua lembaga sedang melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir akan memberikan penjelasan," ujarnya.
Kasus mencuat setelah beredar laporan bahwa sejumlah warga Israel diduga memasuki negara bagian Johor menggunakan paspor dari negara lain atau dokumen kewarganegaraan ganda.
Merespons kabar tersebut, Pemerintah Negara Bagian Johor mendesak Kementerian Dalam Negeri bersama seluruh instansi terkait untuk menyelidiki operasional Network School di kawasan Forest City yang diduga melibatkan warga Israel.
Menteri Besar Johor Datuk Onn Hafiz Ghazi mengungkapkan, para peserta diduga menggunakan paspor negara kedua untuk masuk ke Malaysia dan mengikuti program di sekolah tersebut. Dugaan penyamaran identitas itu memicu keresahan publik dan menjadi perhatian serius pemerintah.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan klaim bahwa sejumlah warga asing yang memiliki paspor Israel sekaligus kewarganegaraan negara lain berupaya memasuki atau telah berada di Malaysia untuk mengikuti kegiatan tertentu. Hingga kini, otoritas Malaysia masih menyelidiki kebenaran informasi tersebut.
BERITA TERKAIT: