Svyrydenko, yang menjabat sebagai perdana menteri sejak Juli 2025 setelah sebelumnya menjadi Menteri Ekonomi, menyampaikan rasa bangganya karena dipercaya memimpin pemerintahan pada salah satu periode paling sulit dalam sejarah modern Ukraina.
Dia mengaku telah membahas langkah berikutnya bersama Zelensky, meski belum mengungkapkan posisi barunya.
"Saya tetap siap untuk mengabdi kepada negara Ukraina dan melaksanakan setiap tugas yang bertujuan untuk memperkuat posisi Ukraina, membela kepentingan nasional kita, dan mendekatkan perdamaian yang adil," kata Svyrydenko, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Sementara itu, Zelensky menegaskan bahwa negaranya tengah memasuki babak baru dalam tata kelola pemerintahan.
Zelensky mengaku telah menawarkan kepada Svyrydenko untuk memimpin sebuah area baru yang penting dalam hubungan Ukraina dengan salah satu mitra internasional utama.
Selain pergantian di tingkat kabinet, ia juga memastikan akan ada perubahan pada jajaran pimpinan lembaga penegak hukum sebagai bagian dari restrukturisasi pemerintahan.
Perombakan ini menjadi reorganisasi besar keempat sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.
Di tengah dinamika politik tersebut, konflik di medan perang tetap berlanjut. Ukraina dilaporkan kembali melancarkan serangan ke wilayah Samara yang menargetkan fasilitas energi Rusia, sementara Moskow mengklaim telah menggempur pelabuhan Odesa dan Chornomorsk sebagai bagian dari operasi militernya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: