Peringatan tersebut disampaikan Paus Leo XIV saat memimpin doa Angelus di kediaman musim panasnya di Castel Gandolfo, dekat Roma, Italia.
Paus menyebut kekerasan bersenjata masih berlangsung di berbagai belahan dunia dan kembali menghantam warga sipil yang tidak berdosa.
"Sayangnya, angin perang sekali lagi berembus di Timur Tengah, di Ukraina, dan di banyak bagian dunia lainnya, menabur kekerasan, teror, dan kematian, serta sekali lagi menimpa begitu banyak orang yang tidak bersalah," tulis Paus Leo XIV di X, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Di tengah situasi yang semakin mengkhawatirkan, Paus mengajak masyarakat internasional untuk tidak membiarkan harapan akan perdamaian padam.
Menurutnya, secercah harapan harus tetap dipelihara, sekalipun kondisi saat ini tampak rapuh akibat konflik yang terus berkecamuk.
"Jangan biarkan angin ini memadamkan nyala api kecil harapan dan perdamaian, meskipun tampak rapuh dan berkedip-kedip," lanjutnya.
Paus Leo XIV kembali menegaskan bahwa dialog, pertemuan, dan upaya diplomasi harus terus diupayakan dengan penuh ketekunan.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat hidup dalam rekonsiliasi dan saling menjamin keamanan.
Dia juga menekankan bahwa penghormatan terhadap martabat setiap manusia harus menjadi fondasi utama dalam setiap ikhtiar menciptakan perdamaian yang langgeng.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: