Menteri Pertahanan Israel Katz menyampaikan bahwa penguasaan teknologi antariksa menjadi salah satu target utama pemerintah.
“Hingga saat ini, belum ada negara yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di luar angkasa. Kita harus menjadi negara terdepan di dunia dalam kemampuan ini," ujarnya, seperti dikutip dari
The Jerusalem Post, Senin, 6 Juni 2026.
Katz menilai keberhasilan mengembangkan kemampuan tersebut akan memberikan keuntungan strategis bagi Israel dalam menghadapi negara-negara yang dianggap sebagai ancaman.
“Jika kita mencapai hal ini, maka akan menjamin keunggulan dalam hal pencegahan, kemampuan untuk menyerang, menghancurkan, dan semua hal lainnya, dibandingkan dengan musuh-musuh kita yang memiliki sumber daya besar,” kata dia.
Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Katz secara terbuka menyebut pengembangan laser antariksa.
Sebelumnya, ia hanya menegaskan komitmen Israel untuk menjadi negara terdepan dalam kemampuan serangan dari luar angkasa.
Israel sendiri telah mengembangkan sistem pertahanan laser Iron Beam yang mampu mencegat roket, drone, dan mortir, serta tengah mengembangkan teknologi agar pesawat tempur dapat menembakkan senjata laser pada masa depan.
Menurut laporan
The Jerusalem Post, ambisi Israel itu diduga berkaitan dengan meningkatnya persaingan teknologi militer dengan Iran.
Dalam konflik kedua negara tahun ini, Israel dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas Iran yang berkaitan dengan program antariksa, termasuk pengembangan kemampuan untuk menyerang satelit.
Namun, klaim Katz bahwa belum ada negara yang memiliki kemampuan menyerang di antariksa dipandang tidak sepenuhnya akurat, mengingat Rusia dan China sebelumnya telah melakukan uji penghancuran satelit mereka sendiri.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: